Sukses

 Tips Menyusun Resolusi Tahun Baru dari Pakar UGM

Liputan6.com, Yogyakarta - Psikolog dari UGM, Tri Hayuning Tyas mengatakan berdasarkan studi Oscarsan dkk (2020), sekitar 55% partisipan yang dengan sengaja membuat resolusi tahun baru berhasil menyelesaikan atau mencapai apa yang menjadi resolusinya, sementara 45% lainnya tidak berhasil. Dari hasil ini ia membagikan tips membuat resolusi tahun baru, pertama, mulailah dengan bersyukur. 

"Akan lebih mudah membuat formulasi resolusi awal tahun jika kita memulai dengan rasa syukur karena dengan bersyukur sesungguhnya kita memiliki kesiapan untuk mengapresiasi kebaikan yang pernah kita terima maupun kebaikan yang pernah kita lakukan," paparnya, Senin (24/1/2022).

Ia menjelaskan cara yang bisa dilakukan dengan mengupayakan mencari tempat dan waktu yang tepat yang memberi ketenangan. Dengan begitu diharapkan seseorang dapat berefleksi tentang hal-hal yang disyukuri tahun tersebut. 

"Misalnya, jika tahun yang telah dilalui penuh dengan tantangan kesehatan fisik dan mental, maka berada dalam keadaan sehat dan waras saat ini merupakan satu capaian besar," ujarnya.

Tips Kedua, resolusi sedikit justru lebih baik daripada terlalu banyak hanya akan merepotkan diri sendiri dikemudian hari.  Membuat lima sampai dengan delapan tujuan yang realistis dan spesifik tentang hal-hal konkrit apa saja yang perlu dilakukan demi mewujudkan tujuan tersebut. 

"Akan lebih baik lagi jika kita buat kerangka waktu pengerjaan (time-frame) hal-hal tersebut dan fokuslah!," tuturnya 

Ketiga, menetapkan skala prioritas. Misalnya tahun ini akan fokus pada kesehatan, atau untuk pencapaian tujuan akademik, atau relasi keluarga. 

"Tenang dan pikirkan baik-baik saat menentukan prioritas dari tujuan-tujuan tersebut," katanya.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Temukan Tujuan

Keempat, menulis tujuan-tujuan tersebut. Tuliskan tujuan-tujuan tersebut dan letakkan ditempat yang mudah ditemukan sebagai pengingat atau direvisi. 

"Jalan kehidupan seringkali tidak dapat kita prediksi tepat, jadi tidak apa-apa jika kita merevisi tujuan kita," sebutnya.

Kelima, mantapkan dukungan sosial untuk pencapaian tujuan. Berbagi dengan teman atau keluarga nantinya akan membantu kita dalam mencapai tujuan.

"Mereka dapat menjadi faktor motivasi bagi kita untuk terus bergerak mencapai tujuan," katanya.

Keenam, jangan mudah menyalahkan diri sendiri. Apabila kita terpeleset di perjalanan nanti, coba lah untuk bangkit dan bergerak lagi. 

"Lihat lagi apa yang keliru dan coba lakukan perbaikan. Pikirkan tentang imbalan yang diperoleh dan berikan hadiah untuk diri sendiri ketika tujuan tercapai," tegasnya.

Ketujuh, bantuan dari profesional. Jika mengalami kesulitan maka dapat mempertimbangkan untuk berdiskusi dengan seorang profesional misalnya life-coach, motivator, konselor, atau psikolog untuk membantu dalam formulasi resolusi yang tepat. 

"Menyatakan tak semudah melakukan maka terus bergerak dan tuntaskan resolusi yang telah ditetapkan," imbuhnya.

Tri Hayuning Tyas memaparkan ada hal yang perlu diingat dan diperhatikan bahwa willpower untuk memulai sesuatu seringkali kehilangan dayanya seiring waktu dan dinamika kehidupan. Pada Journal of Personality (2015) menunjukkan bahwa berdasarkan enam studi skala besar yang melibatkan 2.200 partisipan, perilaku yang sangat penting dibangun untuk maju dan membuat perubahan adalah membentuk rutin dan kebiasaan.