Sukses

Golkar Ajukan Pengganti Ketua DPRD Cilegon, Imbas Kekalahan dalam Pilkada 2020?

Liputan6.com, Cilegon - Golkar mengalami kekalahan dalam Pilkada Kota Cilegon, Banten, usai digdaya sekitar 20 tahun lamanya di Kota Baja itu. Imbas dari kekalahan kontestasi politik, diduga kuat berefek pada pergantian Ketua DPRD Kota Cilegon, yang sebelumnya diduduki oleh Endah Effendy.

Kini, kursi empuk itu akan diisi oleh Isro Miroj. Sidang paripurna pun digelar di DPRD Kota Cilegon Senin siang, 1 Maret 2021. Endang sendiri tidak hadir dalam sidang paripurna pergantian dirinya. Sedangkan Isro Mi'raj hadir, mengenakan pakaian necis safari berwarna abu-abu.

"Kita merespon surat yang masuk ke Sekretariat DPRD tanggal 17 Februari 2021, suratnya dari DPP dan DPD II Cilegon, suratnya memohon menyampaikan terkait pergantian Ketua DPRD, dari Endang Effendi ke Isro Miraj. Kemudian kita meresponnya ke Bamus dan paripurna ini bisa dilakukan," kata Plt Ketua DPRD Cilegon, Nurotul Uyyun, sekaligus pimpinan sidang, usai menggelar sidang paripurna, Senin (01/03/2021).

Menurut Uyun, nantinya DPRD melalui Wali Kota Cilegon akan berkirim surat ke Gubernur Banten, mengenai pergantian Ketua DPRD Cilegon.

Pemberhentian Endang sebagai Ketua DPRD berdasarkan surat DPP Golkar Nomor : B-527/GOLKAR/II/2021 terkait Persetujuan PAW Pimpinan DRPD Kota Cilegon dan Surat DPD Partai Golkar Cilegon Nomor 013/DPD II/GOLKAR/CLGN/2021 tentang PAW Pimpinan DPRD Kota Cilegon Fraksi Partai Golkar Sisa Masa Jabatan 2019-2021.

"DPRD melalui wali kota bersurat ke Gubernur Banten. Nanti gubernur memprosesnya," dia menerangkan.

Menurut DPC Golkar Kota Cilegon, pergantian Ketua DPRD dari Endang Effendy ke Isro Miroj diklaimnya sebagai hak partai dan hal yang biasa. Namun, pengurus partai beringin itu tidak menjelaskannya secara rinci alasan pergantian tersebut.

"Bahwa pergantian Ketua DPRD itu merupakan hak preogratif partai dan tidak ada yang istimewa. Ini merupakan hal yang tepat untuk melakukan rotasi," kata Wakil Ketua DPC Golkar Cilegon, Sutisna Abbas, kepada sejumlah awak media, Senin (01/03/2021).

Sutisna Abbas hanya mengatakan bahwa saat pilkada 2020 kemarin, Partai Golkar mengalami hal yang tidak menyenangkan.

Golkar berharap Ketua DPRD Cilegon yang baru, Isro Miroj, bisa memberikan nilai tawar terhadap anggota legislatif yang lain dan Wali Kota baru Cilegon, yang kini dijabat oleh Helldy Agustian-Sanuji Pentamerta.

"Dengan pergantian ini, diharapkan, karena kemarin kita menghadapi sesuatu yang tidak menyenangkan dengan pilkada dan ini bisa mengawali Partai Golkar, ke depan bisa melakukan hal-hal bargaining posisi," jelasnya.

Perlu diketahui pada Pilkada 09 Desember 2020 lalu, calon yang diusung Golkar-Gerindra, Ratu Ati Marliati-Sokhidin kalah dari paslon Berkarya-PKS yang mengusung Helldy Agustian-Sanuji Pentamerta.

Dalam sejarahnya, semenjak menjadi Kota Madya, Walikota Cilegon dijabat oleh Tb Aat Syafaat di tahun 2000-2010. Kemudian dilanjutkan oleh putranya, Tb Iman Ariyadi dua periode, 2010-2020. Namun ditahun 2017, Iman berkasus dengan KPK dan diberhentikan.

Posisi walikota dijabat oleh wakilnya kala itu, Edi Ariyadi. Selanjutnya Edi memilih Ratu Ati Marliati, putri Aat Syafaat sekaligus kakak dari Iman Ariyadi, sebagai Wakil Walikota Cilegon.