Sukses

Bugil, Seorang Wanita Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Kamar Kosnya

Liputan6.com, Denpasar Seorang perempuan dalam keadaan tanpa busana atau bugil ditemukan tewas bersimbah darah dalam kamar kos di Jalan Tukad Batanghari Panjer Denpasar, Bali Sabtu 16 Januari 2021.

Korban yang diketahui asal Subang bernama Dwi Farica Lestari tersebut ditemukan dalam keadaan bugil telungkup di lantai samping tempat tidur dengan banyak darah di sekeliling korban.

Kanit Reskrim Polsek Dnpasar selatan (Densel), AKP Hadimastika Karsito Putro membenarkan kejadian tersebut. "Ya benar diduga pembunuhan. Kita masih melakukan lidik," katanya kepada Liputan6.com, Minggu (17/1/2021).

Di sisi lain, Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol I Dewa Putu Gede Anom mengatakan saat olah TKP ditemukan jaket berwarna merah dan helm ojek online serta pisau lipat di dalam kamar korban. Diduga pisau lipat tersebut yang dipakai untuk membunuh korban.

Dari hasil olah TKP oleh kofrban ditemukan dalam keadaan bugil, di leher korban terdapat luka dan tiga luka di tenggorokan. Peristiwa dugaan pembunuhan tersebut terjadi pada Sabtu 16 januari 2021 pukul 02.30 wita di tempat kejadian perkara (TKP) Thailia Homestay lantai 2.

 

 

2 dari 2 halaman

Ditemukan Helm Ojek Online

Korban ditemukan bugil bersimbah darah dalam kamarnya pertama kali oleh teman kosnya bernama Dianty, 22 tahun.

Sementara itu, dari keterangan saksi Dianty, bahwa sekitar Pkl 01.20 Wita korban makan dikamarnya. Selesai makan korban masuk kembali ke kamarnya dan pukul 01.40 saksi Dianty terjaga dari tidur karena ada suara teriakan dan berisik berupa bunyi suara kaki-kaki gedebuk gedebuk.

Sekira Pkl 01.46 wita, saksi mengaku memiliki firasat tidak enak, saksi bertanya melalui pesan whatsapp kepada Korban menanyakan keadaan. "Aman Yuk, gedebag gedebuk sih siapa, aman...," begitu isi pesan singkat saksi kepada korban, namun tidak mendapat respon.

Ia melanjutkan, dirinya sempat menghubungi korban tapi tidak diangkat. "Karena saksi takut dan terjadi apa-apa selanjutnya saksi menelpon penjaga rumah kos untuk menemani mengetuk dan mengecek korban," ujar Kanit Reskrim.

Selanjutnya, Saksi bersama penjaga kos mengetuk pintu, namun tidak ada jawaban. Karena pintu terkunci dari dalam. Kemudian penjaga kos mengintip lewat belakang masuk lewat kamar nomor 3 dan selanjutnya menyampaikan ke saksi banyak darah di lantai.

Karena mengetahui banyak darah akhirnya Dianty juga meminta tolong kepada saksi lain Willy Widya. Saat memeriksa kamar korban Willy juga kaget karena di kamar sudah banyak darah dan posisi korban bugil di lantai.

Karena takut selanjutnya saksi menghubungi pemilik kos bernama Eka dan memberi tahu di Room 1 ada pembunuhan. Kemudian para saksi menghubungi pihak kepolisian.