Sukses

Sambut Pagi Bersama Lumba-lumba di Pantai Lovina

Liputan6.com, Denpasar Siapa sih yang tak suka dengan lumba-lumba? Nah, walau di tengah pandemi Covid-19 kita bisa memanfaatkan waktu liburan akhir tahun 2020 ini untuk berlibur ke daerah Pantai Lovina, Bali. Karena, di sana kita bisa menyaksikan aksi lumba-lumba pada saat matahari terbit di perairan Pantai Loviona. 

Pantai yang berada di Desa Kalibukbuk, Kabupaten Buleleng tersebut memang memiliki keunikan berbeda dari pantai di Bali pada umumnya. Pantai yang berjarak 100 km dari pusat Kota Denpasar tersebut mampu menyedot kunjungan wisata melalui pertunjukan lumba-lumba di tengah laut. Untuk bisa menikmati atraksi alami lumba-lumba tersebut, kita harus menyewa sebuah jukung atau perahu menuju ke tengah laut.

Dengan menyewa jukung kita perlu merogoh kocek sekitar Rp400 ribu rupiah untuk lima orang penumpang, karena satu jukung hanya mampu menampung lima orang saja.

Untuk dapat melihat hewan mamalia cerdas tersebut, wisatawan harus datang lebih pagi ke Pantai Lovina. Karena, atraksi mereka hanya ditemui di tengah laut antara pukul 06.00 hingga 08.00 Wita. Tapi, perjuangan wisatawan terbayar ketika menyaksikan aksi mereka berenang di atas permukaan hingga melompat.

Tak hanya melihat aksi ratusan lumba-lumba, para pelancong juga dapat melihat panorama indah lainnya di pantai ini. Keindahan matahari terbit dan tenggelam dapat disaksikan dari sini. Keindahan ini menjadi nilai plus.Selain itu, pantai ini juga dapat digunakan untuk snorkeling atau sekadar berendam di permukaan laut.

 

2 dari 2 halaman

Penggerak UMKM Sekitar Destinasi Wisata

Tak hanya terkenal karena lumba-lumbanya, Pantai Lovina juga mempunyai kekayaan  biota laut seperti ikan dan kerang yang masih sangat alami. Jadi, rugi apabila Anda melewatkan Pantai Lovina apabila berkunjung ke Bali.

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenparekraf, Rizky Handayani mengatakan menyambut baik setiap agenda wisata yang digelar di Bali, khususnya di Pantai Lovina yang sudah dikenal dunia dengan daya tarik tersendiri, seperti lumba-lumba. "Kegiatan We Love Bali ini bagus sekali untuk membuat wisatawan mancanegara betah berlama-lama di sini. Kalau mereka betah dan membelanjakan uangnya di sini, yang untungkan warga sekitar juga. Jadi roda perekonomian bergerak dan UMKM bisa berkembang," kata Rizky.

Karena itu, melalui program We Love Bali dan CHSE yang digagas Kemenparekraf/Barekraf, Rizky berharap Pantai Lovina akan makin banyak dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun mancanegara.