Sukses

Perempuan-Perempuan Perkasa di Balik Perang Melawan Covid-19 di Cilacap

Liputan6.com, Cilacap - Udara akhir dasarian pertama Oktober 2020 yang panas menjerang tak mengurangi kesigapan perempuan-perempuan di dapur umum Satgas Penanganan Covid-19 di salah satu pesantren di Cilacap.

Mereka tetap bersemangat menyiapkan makanan dan logistik lain untuk santri yang dikarantina di salah satu pesantren di Kecamatan Majenang. Sebagian memasak, lainnya membungkus dan mengirimkan makanan itu ke lokasi karantina.

Tangan-tangan terampil relawan itu tak perlu lagi dilatih. Mereka lah yang lebih dari sepekan, sejak 30 September 2020, menjadi tulang punggung penyiapan logistik untuk santri dan relawan Covid-19 yang bertugas.

Di tempat itu, bergabung perempuan-perempuan dari berbagai kelompok masyarakat. Ada PKK, Fatayat, Muslimat, Bagana, Aisyiah, dan relawan Covid-19 dari komunitas lain di Cilacap. Mereka bersama-sama menanggulangi Covid-19 yang mendadak muncul di pesantren.

“Sejak awal kita memang lebih banyak terlibat di dapur umum untuk menyiapkan logistik,” kata Anggota DPR RI asal daerah pemilihan Banyumas-Cilacap, Teti Rohatiningsih, Jumat, 9 Oktober 2020.

Tanpa peran perempuan, dapur umum barangkali akan tersendat. Di tangan perempuan, pernik pekerjaan rumit di dapur umum Covid-19, terselesaikan.

Teti bilang, sejak awal pandemi, perempuan memang berperan vital. Mereka bergabung menjadi relawan penanganan Covid-19 hingga menggalang bantuan, misalnya masker.

Perempuan berhasil memaksimalkan keahlian sektor domestik menjadi kelebihan dalam penanganan Covid-19. Mereka mampu menjangkau ceruk-ceruk sosial terkecil, yakni keluarga, untuk sosialiasi pencegahan Covid-19 di Cilacap.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 3 halaman

Santri Terpapar Covid-19 Bertambah 82 Orang

“Kami juga mensosialisasikan lewat kelompok perempuan dan keluarga. Bagaimana agar pencegahan Covid-19 bisa dipahami oleh masyarakat,” kata Teti, yang juga Ketua PKK Kabupaten Cilacap.

Selain kegiatan kesukarelawanan, Teti juga mengingkatkan bahwa banyak pula perempuan yang terlibat langsung dalam penanganan pasien Covid-19. Mereka adalah tenaga kesehatan, dokter, perawat, hingga bidan yang rela mengambil risiko berinteraksi langsung dengan pasien Covid-19.

Tak dipungkiri, korban dari kalangan tenaga kesehatan sudah banyak berjatuhan, tak terkecuali perempuan. Mereka juga rela berpisah sementara waktu dengan keluarganya, karena para nakes ini ditempatkan khusus dan interaksinya dengan keluarga dibatasi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap, Pramesti Griana Dewi mengatakan, pada Jumat, 9 Oktober 2020, ada penambahan jumlah santri yang terpapar Covid-19, sebanyak 82 orang. Terkini jumlah santri terkonfirmasi covid-19 menjadi 121 orang.

Penambahan konfirmasi Covid-19 ini merupakan hasil swab massal tahap ketiga. Sebelumnya, pada swab pertama terdapat 26 santri positif Covid-19. Kemudian, tahap kedua ada 13 santri.

“Sebagian besar tanpa gejala. Yang tanpa gejala dikarantina di MA Elbayan,” kata Pramesti.

Dalam kesempatan itu, Teti juga menyerahkan bantuan dari PKK Kabupaten Cilacap untuk penanganan Covid-19 di pesantren yang terpapar Covid-19. Dia berharap Covid-19 segera reda sehingga aktivitas santri kembali normal.

3 dari 3 halaman

Simak Video Pilihan Berikut Ini: