Sukses

Spanduk dan Kamera Tak Mampu Bendung Sampah

Liputan6.com, Bandung - lip Tumpukan sampah rumahan terlihat di sepanjang bahu jalan di Desa Cimekar, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Hal ini selain menimbulkan bau busuk dan meresahkan warga, juga mengganggu para pengguna jalan.

“Beberapa minggu yang lalu sempat dibersihkan oleh warga setempat karena sampahnya sudah terlalu menumpuk, memenuhi pinggiran jalan. Tapi tetap saja datang lagi,” ucap Ican, warga sekaligus tukang ojek, di lokasi, Jumat (2/10/2020).

Kurangnya lahan pembuangan sampah sementara dan tidak terakomodirnya sampah di suatu lingkungan tempat tinggal menjadi penyebab maraknya warga membuang sampahnya di sana.

“Sudah kami himbau, diberi spanduk besar-besar, dan dipasang cctv, pembuang sampah tetap tidak takut. Mungkin mereka bingung mau membuang sampah di mana lagi,” katanya.

Pemandangan tak sedap seperti ini juga terlihat di belakang komplek perumahan Manglayang Regency yang biasa dilalui warga. Lahan pribadi milik orang lain dan sudut jalan menjadi tempat favorit membuang limbah rumahnya.

Tampak gumpalan sampah yang dibungkus dalam plastik menumpuk di lapangan dan berceceran di pinggir jalan. Bau busuk pun tercium di sepanjang titik penumpukan sampah. Air lindi yang kerap mengalir ke tengah jalan membuat para pengguna jalan harus berhati-hati saat melintasi jalan ini karena licin.

“Kadang dibakar sama pemulung yang lewat, tapi sampahnya tidak habis-habis. Sebenarnya warga juga sudah banyak yang mengeluh. Mau bagaimana lagi, biasanya yang membuang bukan warga asli sini, sih,”keluh Iceu (36) yang rumahnya tak jauh dari lokasi.

Meski spanduk imbauan terpampang lebar di dekat TPS liar ini, para pembuang sampah tampak tidak terpengaruh. Cctv yang terpasang pun tak membuat mereka merasa takut ataupun malu bila tertangkap kamera.

Sampah menjadi permasalahan yang sulit sekali diselesaikan di lingkungan ini. Kata pepatah, kita harus membuang sampah pada tempatnya. Namun bila sampah rumahan sudah terkumpul, hendak di buang ke mana pada akhirnya?

Terlebih, sampah masih menjadi persoalan serius yang belum dapat teratasi sepenuhnya di wilayah Bandung Raya. Padatnya penduduk berpengaruh terhadap produktivitas sampah yang dihasilkan. Tidak tersedianya fasilitas dan pengelolaan sampah membuat penyelesaian terhadap masalah ini jalan di tempat.

“Perlu ada penanganan serius mengenai sampah ini, baik oleh pemerintah daerah maupun jajaran di bawahnya. Tapi tentu saja kesadaran dan hati nurani masyarakat penting sekali dalam menciptakan lingkungan yang bersih. Semoga saja hal ini bisa cepat teratasi,” ujar Iceu menyampaikan harapannya.

Ayu Fitria Nariswari, mahasiswi Universitas Pasundan

Saksikan Video Pilihan Ini

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS