Sukses

Meredam Klaster Pesantren Usai 124 Santri di Kebumen Terpapar Covid-19

Liputan6.com, Kebumen - Pondok pesantren menjadi tempat yang rentan terpapar COVID-19. Kultur santri yang lekat dengan kesan guyub penuh kebersamaan mempercepat transmisi virus corona. Terbukti, di beberapa daerah pondok pesantren menjadi klaster yang massif, tak terkecuali di Kabupaten Kebumen.

Data pada Sabtu (26/9/2020) pagi menunjukkan jumlah santri yang terkonfirmasi positif COVID-19 di Pondok Pesantren Nurul Hidayah, Bandung, Kebumen mencapai 124 orang.

Jumlah itu masih mungkin bertambah. Hal ini karena hasil swab santri di pondok pesantren tersebut belum seluruhnya keluar.

Menanggapi meningkatnya angka kasus COVID-19, Pemerintah Kabupaten Kebumen akan membentuk satgas penanganan COVID-19. Satgas ini akan fokus pada penanganan penyebaran pandemi secara cepat dan tepat.

“Kabupaten Kebumen memiliki pengalaman yang cukup baik saat mencapai zero COVID-19, kami optimistis bisa menekan angka pertambahan positif,” ujar Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto saat rapat Pembahasan Rencana Aksi Penanganan COVID-19 dan Pembentukan Satgas Penanganan COVID-19 di Ruang Jatijajar Kompleks Pendopo Rumah Dinas Bupati Kebumen, Kamis (24/9/2020).

Tugas pertama satgas COVID-19 di antaranya mengambil langkah cepat untuk melakukan tracing epidemiologi pasien terakhir, sehingga satgas bisa menentukan langkah berikutnya. Satgas ini juga diminta meningkatkan angka kesembuhan dan menekan angka kematian.

Untuk mencegah penyebaran COVID-19, masyarakat diimbau menghentikan kegiatan-kegiatan yang mengundang kerumunan selama 14 hari ke depan.

 

2 dari 3 halaman

Ponpes Siaga Candi

Setelah klaster ponpes terungkap, Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan bersama pejabat utama Polres serta Polsek Alian langsung mengunjungi Ponpes Al Hasani Desa Jatimulyo Kecamatan Alian Kebumen. Al Hasani merupakan pondok pesantren yang dilaunching sebagai Ponpes Siaga Candi.

Rudy memantau langsung jalannya protokol kesehatan di ponpes itu. Ia bersama pengasuh Ponpes, Gus Fachrudin Achmad Nawawi dan Gus Asyharry Muhammad Al Hasani mengecek satu per satu kamar santri.

"Setelah kami sisir, para santri di sini memang telah menerapkan protokol kesehatan 3M (mencuci tangan, menggunakan masker dan menjaga jarak)," ucap Rudy, Sabtu (26/9).

Ia berpesan kepada para santri agar selalu terapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari di Ponpes, agar tidak ada lagi klaster penyebaran virus corona Covid-19 di lingkungan Ponpes.

"Kami ingin memastikan, para santri di Ponpes Al Hasani masih tertib terapkan protokol kesehatan," kata Rudy.

Protokol kesehatan di pondok ini terpantau berjalan. Jika akan melakukan kegiatan belajar, para santri diwajibkan cuci tangan, mengenakan masker, dan berjarak.

"Sama-sama kita menjaga, para santri di sini selalu kami ingatkan untuk menerapkan protokol kesehatan," kata Gus Fachrudin yang juga yang juga ketua Rabithah Ma'ahid al Islamiyah (RMI), yang bertugas melaksanakan kebijakan Nahdlatul Ulama di bidang pengembangan pondok pesantren dan pendidikan keagamaan di Kebumen.

3 dari 3 halaman

Simak Video Pilihan Berikut Ini: