Sukses

Menyantap Aneka Pempek Palembang Berbahan Ikan Dijamin Bikin Ketagihan

Liputan6.com, Palembang - Kudapan pempek Palembang seakan menjadi ikon Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Menyantap makanan berbahan tepung sagu dan daging ikan ini, dijamin bisa bikin ketagihan.

Bagi pecinta pempek Palembang, pasti sudah tahu dengan aneka jenis kudapan ini. Mulai dari pempek telur, pempek pistel hingga pempek berkuah.

Meskipun bahan bakunya sama yaitu daging ikan sungai yang sudah digiling, namun ada beberapa perbedaan baik dalam isian hingga bumbu lainnya.

Ani (44), produsen pempek Palembang di Jalan Sungai Tawar II Palembang mengatakan, untuk pempek berukuran kecil mempunyai banyak varian isiannya. Seperti pempek isi telur, pistel, tahu, pempek keriting, pempek kulit hingga pempek ada’an.

"Pempek pistel itu berisi serutan pepaya muda yang ditumis dengan udang ebi hingga layu. Sedangkan pempek ada’an tidak ada isi, hanya campuran dari tepung sagu, ikan giling, telur dan daun bawang," ucapnya, Minggu (12/7/2020).

Ada juga pempek yang berukuran besar, yaitu pempek kapal selam. Nama kapal selam sendiri disematkan ke kudapan ini, karena akan turun ke bagian bawah ketika direbus dalam periuknya.

Sebagai pendamping makan pempek Palembang, harus ada cuko. Kuah kental berwarna cokelat tua terbuat dari gula merah, cabai, dan rempah-rempah khusus lalu dicampur hingga menjadi air kental.

"Kalau makan pempek Palembang, wajib menggunakan cuko. Namun kebiasaan kita, cuko harus dihirup sedikit demi sedikit, agar lebih nikmat jika makan pempek," ucapnya.

Ani juga memproduksi model ikan dan model gandum. Kedua jenis makanan ini, berbahan dasar seperti pempek Palembang namun dikonsumsi dengan kuah khusus.

Untuk model ikan sendiri, sama persis seperti pempek isi tahu namun ukurannya lebih besar. Sedangkan model gandum, terbuat dari tepung gandum hingga berbentuk seperti roti bulat yang renyah.

2 dari 3 halaman

Bisnis 35 Tahun

"Harus pakai kuahnya jika mau makan model gandum dan model ikan. Kita membuat kuah model, dengan campuran bumbu dapur dan daging udang sungai yang dicincang halus," ujarnya.

Salah satu alasannya menggunakan bahan dasar ikan sungai yaitu gabus, karena lebih mudah mendapatkannya di Kota Palembang. Olahan ikan gabus ini, tidak membuat pempek Palembang buatannya tercium amis.

Untuk rasanya sendiri, lebih nikmat dan manisnya alami. Terlebih untuk pelanggannya yang tidak bisa mengkonsumsi olahan ikan laut.

"Dalam sehari, saya dibantu saudara bisa memproduksi 6-10 kilogram daging ikan gabus giling. Kalau tidak ada orderan, saya hanya berjualan pempek Palembang di warung, pada pukul 16.00 WIB hingga 22.00 WIB," ujarnya.

Usahanya ini merupakan warisan dari ayahnya Abah Husein, yang juga disematkan sebagai nama warung pempeknya. Bisnis kuliner khas Palembang ini, sudah didirikan oleh mendiang ayahnya sekitar 35 tahun yang lalu.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: