Sukses

Kisah Basrul, Relawan di Sikka Jalani Puasa Bersama Pasien Covid-19

Liputan6.com, Kupang - Di tengah perayaan Idul Fitri 1441 H, para petugas kesehatan tentunya tetap menjadi garda terdepan menangani pasien positif covid-19. Mereka tetap menjalankan tugas seperti biasa.

Seperti yang dirasakan, Basrul, warga Desa Permaan, RT 10 RW 004 kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menjadi tim relawan tenaga medis di ruang isolasi Covid-19 Sikka.

Basrul merupakan perawat yang masuk sebagai tenaga relawan yang ditugaskan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka dan ditempatkan di ruang isolasi sejak bulan April lalu.

Semenjak ditugaskan untuk menangani pasien positif covid-19, ia harus rela tidak menemui keluarga. Memasuki bulan puasa hingga Hari Raya Idul Fitri 1441 H, ia tetap berada di ruang isolasi dan asrama yang sudah disiapkan bersama teman-teman tenaga medis lainnya.

"Sudah dua bulan tidak pulang rumah. Rindu keluarga, sesekali hanya berkomunikasi via telepon dan video call," ujarnya kepada Liputan6.com, Senin (1/6/2020).

Hari Raya Idul Fitri kemarin, ia tidak bisa pulang bersama keluarga. Hal ini merupakan pengalaman pertama Basrul menjalankan puasa dan hari raya Idul Fitri tidak bersama keluarga.

"Cara bersilaturahmi hanya bisa melalui video call saja atau telepon dengan keluarga, meminta maaf tidak bisa berkumpul dengan keluarga. Keluarga atau orangtua juga tidak bisa ke sini demi menjaga kesehatan bersama," katanya

Walaupun masih bisa berkomunikasi lewat telepon dan video call, dia mengaku sangat merindukan keluarganya. Biasanya, pada tahun sebelumnya, seluruh keluarga sudah berkumpul, berbuka puasa bersama, sampai beribadah bersama hingga Hari Raya Idul Fitri. Namun, kali ini, situasi terasa berbeda. Ia harus tetap tinggal di asrama dan di rumah sakit menangani pasien.

"Sangat sedih, saya tidak boleh pulang demi keselamatan keluarga saya dan orangtua saya," ujarnya.

Ia menceritakan, saat bulan puasa, ia diberi tugas untuk menangani pasien covid-19 yang beragama muslim. Hal ini membuat dia harus siap bangun jam 3 pagi melayani pasien covid-19 untuk sahur. Meski demikian, ia tetap tegar menjalankan puasa hingga Hari Raya Idul Fitri.

2 dari 2 halaman

Simak juga video pilihan berikut ini: