Sukses

Menjelang Perayaan Natal, Polisi Sterilkan Seluruh Gereja di Garut

Liputan6.com, Garut - Sebagai bagian persiapan menghadapi puncak hajat perayaan Natal 2019. Kepolisian Resort Garut, Jawa Barat, mulai melakukan patroli pengecekan keamanan seluruh gereja yang berada di kota dodol Garut, sejak tadi malam.

“Tidak hanya kemarin, tapi nanti hingga perayaan natal berlangsung,” ujar Kapolres Garut AKBP Dede Yudi Ferdiansyah, saat dikonfirmasi, Minggu (22/12/2019).

Menurutnya, pengecekan seluruh rumah ibadah umat kristiani, perlu dilakukan untuk memberikan rasa aman bagi mereka, saat puncak perayaan Natal 2019 berlangsung.

“Bagi masyarakat lain yang tidak merayakan, kami juga meminta tetap menjaga Kamtibmas,” ujar dia.

Upaya tersebut ujar dia, sebagai bagian salah satu rangkaian kegiatan, dalam menjaga kondusifitas masyarakat, menjelang puncak perayaan Natal, 25 Desember mendatang.

“Sebelum Natal, nanti pada 23 Desember, ada pengecekan keamanan seluruh Gereja di Garut, teknisnya tidak saya sebutkan,” kata dia.

Dalam kegiatan yang dimulai sejak pukul 17.00 Sabtu petang kemarin tersebut, petugas petroli gabungan yang dipimpin Kapolres Garut, sengaja melakukan pengecekan terhadap seluruh gereja.

“Ada sekitar enam gereja yang kami sterilkan,” ujar dia.

Dimulai dari Gereja Injil Indonesia (GII) yang berada di Jalan Bratayudha Garut Kota, kemudian Gereja Kristen Pasundan (GKP), Jalan Pasundan, Gereja Bethel Indonesia (GBI), Jalan Ciledug.

Gereja Santa Perawan Maria (Samarga) Jalan Bank, Gereja Kristen Perjanjian Baru (GKPB)/Gereja Advent ,di Jalan Pramuka, terakhir Gereja Pantekosta Di Indonesia (GPDI) Jalan Cimanuk.

Akhinya setelah dipastikan aman, kegiatan berakhir sekitar pukul 21.00 malam. “Sampai dengan saat ini situasi di wilayah hukum Polres Garut dalam keadaan aman dan kondusif,” ujar Dede menegaskan.

 

2 dari 2 halaman

Himbauan Masyarakat

Selama Natal dan Tahun Baru berlangsung, Lembaganya ujar Dede meminta agar masyarakat tetap tenang dan menjaga kondusifitas lingkungan.

“Daripada memperbanyak hal-hal yang merugikan, lebih baik memperbanyak berdoa, berzikir dan beribadah,” kata dia.

Selain itu, sebagai bagian masyarakat sunda Priangan Timur yang terkenal ramah, Dede berharap, masyarakat bisa menunjukan sikap saling menghormati dan menghargai bagi pemeluk agama lainnya.

“Insyaalloh semuanya aman dan kondusif, mohon dukungan semuanya,” kata dia.

Terakhir, untuk menghindari adanya gesekan di jalan raya yang diakibatkan aksi konvoi, pawai dan hura-hura lainnya, Dede meminta masyarakat agar tidak mudah terprovokasi.

“Sudah saya sampaikan sudah bukan jamannya lagi perayaan tahun baru dengan mabuk-mabukan, pesta narkoba, aksi balap liar dan lainnya, perbanyak berdoa saja,” pinta dia mengingatkan.

 

Loading