Sukses

Kisah Bripka Ya'Hendri, Berdakwah Menembus Desa Terpencil di Kalbar

Liputan6.com, Pontianak - Bripka Ya'Hendri (33) baru saja sejenak beristirahat usai menyelesaikan sebagian tugasnya sebagai anggota polisi Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) di Polsek Ngabang, Kalimantan Barat, Jumat sekitar pukul 11.00 WIB.

Namun, polisi berperawakan gempal ini tak lantas pulang ke rumah. Ia memilih bertahan dulu di rumah warga atau masjid, untuk menunggu waktu pelaksanaan salat Jumat.

Maklum, usai tugas negara dalam menunaikan kewajibannya sebagai anggota polisi, bapak satu anak ini juga mendapat jadwal untuk khotbah Jumat di salah satu masjid di dusun terpencil. Dengan menggunakan seragam dinas polisi dan berpeci, ia pun menyampaikan khotbah Jumatnya.

Apabila sore harinya ia mendapat jadwal ceramah di dusun lain, selepas salat Jumat Hendri lantas bergegas pergi dengan mengendarai sepeda motor. Kondisi jalan berupa tanah serta menyusuri jalan dikelilingi hutan tak menyurutkan niatnya untuk beribadah di jalan Allah.

Hendri mengaku kian gencar melakukan dakwah di berbagai masjid di desa terpencil demi meningkatkan akhlak dan menangkal berbagai kejahatan, terutama masuknya paham radikalisme di daerah pelosok.

"Isu-isu strategis yang sedang ramai kita korelasikan dengan dalil-dalil agama saat berdakwah maupun khotbah ketika menjadi khatib salat Jumat," jelas Hendri saat berbincang bersama Liputan6.com di Mapolres Landak beberapa waktu lalu.

Keterlibatan Hendri menjadi juru dakwah yang menyerukan perdamaian di tengah masyarakat bukan lahir tiba-tiba. Sebelum menjadi anggota polisi, dia sempat mendalami ilmu agama Islam di sebuah pondok pesantren.

"Sempat grogi waktu pertama kali berdakwah. Tapi lambat laun terbiasa karena saya sudah biasa ngasih penyuluhan ke masyarakat," paparnya.

 

2 dari 2 halaman

Tujuan Dakwah

Tak heran jika setiap Jumat, anggota polisi ini rutin mendapat jadwal untuk membawakan materi khotbah Jumat. Terlebih, hampir di setiap pelosok desa di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat ini masih minim dai, ustaz, maupun ulama.

"Di Desa Mungguk sangat terpencil, jalannya rusak. Masyarakat muslim di sana kaum minoritas, sehingga diperlukan pendidikan Islam, pembinaan, dan wawasan hukum," bebernya.

Hal inilah yang membuat dirinya mengaku terdorong untuk memberikan pengetahuan tentang agama Islam di berbagai masjid di desa-desa terpencil, yang untuk ke sana cukup sulit.

"Dalam seminggu berdakwah bisa sampai 3-4 kali, keliling dari dusun ke dusun di daerah terpencil," kata pria yang memulai menjadi polisi pada 2004.

Di sela berdakwah, Hendri juga kerap menyelipkan materi mengenai wawasan kebangsaan dan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan khususnya pada saat memberikan ceramah di pengajian ibu-ibu.

"Mengapa perempuan juga disasar, karena wanita adalah tiang agama. Kalau wanitanya hebat, akan melahirkan gdnerasi-generasi yang hebat pula. Jadi pondasi agamanya kita sentuh dimensinya," kata dia.

 

Simak video pilihan berikut ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Cerita Viralnya Naskah Pidato Nadiem Makarim
Artikel Selanjutnya
Pengalaman News Anchor Fanni Imaniar Jadi Guru Anak Berkebutuhan Khusus