Sukses

Upacara Unik dari Magelang, Merdeka Itu Kalinya Bersih

Liputan6.com, Magelang - Ratusan warga dari sekitar kali Gandegan nekad menggelar upacara bendera memperingati HUT ke 74 Kemerdekaan di tengah selokan atau saluran air. Upacara ini diinisiasi warga Kampung Malangan Kelurahan Tidar Utara Kota Magelang.

Upacara bukan disebabkan ketiadaan tempat yang lebih pantas, namun memang sengaja memilih tempat itu karena warga menginginkan agar Kali Gandekan selalu bersih.

"Upacara bendera  ini memang ide dari masyarakat dan merupakan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan, khususnya sungai," kata Handini Rahayu, Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Pemerintah Kota Magelang kepada Liputan6.com, Sabtu (17/08/2019).

Berawal dari kisah sukses penyelesaian masalah sanitasi lingkungan oleh Dinas Perkim, Dinas Kesehatan, kelurahan, dan kecamatan dengan pembangunan instalasi sistem pengolahan air limbah domestik setempat (SPAL -DS). Dengan pembangunan itu, sanitasi warga yang awalnya dibuang ke sungai, dapat diolah dan tidak mencemari lingkungan.

Bahkan pada 2018, kampung Malangan mendapat penghargaan ketika lomba hari habitat tingkat Provinsi Jawa Tengah. Penghargaan ini memicu masyarakat untuk menjaga kebersihan kali Gandekan.

"Nyatanya bisa untuk upacara dan tidak menjijikkan karena kotor. Masyarakat yang hadir juga sangat antusias mengikuti upacara bendera," kata Handini.

 

2 dari 2 halaman

Apa Itu 100-0-100?

Melalui upacara bendera tersebut, selain mengukuhkan nasionalisme juga untuk memberi makna baru kosa kata Merdeka. Handini menjelaskan bahwa arti merdeka dalam benak masyarakat adalah terpenuhinya hak tinggal di lingkungan yang sehat.

"Hal tsb menjadi salah satu latar belakang warga kampung malangan melaksanakan upacara di kali gandekan sebagai bentuk syukur bahwa lingkungan kali Gandekan sudah bersih dan berharap bisa menjadi inspirasi bagi warga lain untuk menjaga kebersihan sungai," katanya.

Upacara bendera di selokan itu selain diinisiasi warga, juga mendapat dukungan penuh dari IUWASH PLUS dan KOTAKU. Tentu saja lembaga-lembaga pemerintah yang membidangi juga termasuk.

"Dinas Perkim berupaya mencapai target 100-0-100. Ini hanya salah satu kegiatan dimana warga mendukung penuh keberlanjutan pengelolaan lingkungan berkualitas," kata Handini.

Program 100-0-100 adalah program nasional. Maksudnya adalah 100 % akses air minum aman, 0% unk kawasan kumuh dan 100% akses sanitasi sehat.

Upacara bendera di selokan bukanlah sebuah hal menjijikan, tentu jika masyarakat menjaga kebersihannya dan negara hadir untuk mendukungnya. Lingkungan bersih adalah hak setiap manusia untuk mewujudkannya.

Simak video pilihan berikut:

Loading
Artikel Selanjutnya
Kisah Misteri Penemuan Candi Lengkongsari, Satu Patung Tiba-Tiba Hilang
Artikel Selanjutnya
Mengunjungi Situs Purbakala Gunung Sari dengan Offroad