Sukses

Gempa Magnitudo 5,8 Guncang Bali, Sejumlah Bangunan Rusak

Liputan6.com, Bali - Sejumlah bangunan dilaporkan mengalami kerusakan imbas gempa Magnitudo 5,8 yang mengguncang Bali. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali masih terus menginventarisasi laporan kerusakan yang disampaikan warga.

Kepala BPBD Bali, I Made Rentin mengaku sejumlah warga secara mandiri melaporkan kerusakan bangunan yang diketahuinya akibat dampak gempa. "Untuk korban hingga kini belum ada laporan," kata Rentin, Selasa pagi (16/7/2019).

Dari informasi yang diterimanya, sejumlah bangunan rusak di antaranya gapura di Indonesia Tourism Development Center (ITDC), SD Negeri 1 Ungasan, Kantor Camat Kuta, SD 11 Jimbaran, Hotel Mercure Nusa Dua, Alfamart di Jalan Bali Cliff Nomor 48 Ungasan, Kuta Selatan dan pura di kawasan Lapangan Taman Kota Lumintang.

"Untuk data lengkap, Tim Reaksi Cepat kami akan turun untuk mengkaji," ungkapnya.

Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melakukan pemutakhiran gempa yang mengguncang Bali dari Magnitudo 6,0 menjadi 5,8. Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono menjelaskan, episenter gempa bumi terletak pada koordinat 9,08 LS dan 114,55 BT atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 80 kilometer arah selatan Kota Negara, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali pada kedalaman 104 kilometer.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi selatan di Jawa-Bali-Nusa Tenggara ini berkedalaman menengah diakibatkan oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempang Eurasia.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan jenis naik mendatar (oblique thrust fault)," kata Rahmat.

Guncangan gempa Bali ini dilaporkan dirasakan di daerah Badung V MMI, Nusa Dua IV-V MMI, Denpasar, Mataram, Lombok Tengah, Lombok Barat IV MMI, Banyuwangi, Karangkates, Sumbawa, Lombok Timur, Lombok Utara III MMI, Jember, Lumajang II- III MMI. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tidak berpotensi tsunami

Hingga pukul 08.50 Wita Hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). "BMKG mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," ujarnya.

BMKG juga mengimbau agar masyarakat menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah. 

2 dari 2 halaman

Simak juga video pilihan berikut ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Jembara Bali Kembali Digoyang Gempa Magnitudo 5
Artikel Selanjutnya
Gempa Magnitudo 5 Goyang Jembrana Bali