Sukses

Lampu Colok, Warisan Budaya Melayu di 'Negeri Junjungan' Bengkalis

Liputan6.com, Bengkalis - Bupati Bengkalis, Riau, Amril Mukminin mengungkapkan pelestarian budaya tradisional sangat penting. Seperti digelarnya festival lampu colok yang merupakan salah satu warisan budaya kehidupan masyarakat Melayu di Kabupaten yang berjuluk negeri Junjungan ini.

"Kegiatan ini dapat dijadikan sebagai salah satu syiar Islam yang memiliki hikmah dan tunjuk ajar kehidupan di antaranya sebagai penumbuh semangat persaudaraan, kekompakkan, kepedulian, serta gotong royong di kalangan masyarakat," ucapnya ketika membuka festival lampu colok 2019 di Desa Pangkalan Batang Kecamatan Bengkalis, Jumat malam, dilansir Antara.

Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama menghidupkan tradisi yang telah lama berlangsung ini.

"Karena festival lampu colok ini dapat menjadi suatu kearifan lokal yang memiliki ciri khas tersendiri yang dapat memikat warga masyarakat asal Bengkalis yang berada di perantauan supaya menimbulkan kerinduan pada kampung halamannya," dia menambahkan.

Bupati Bengkalis juga mengingatkan kepada masyarakat supaya tidak melalaikan aktivitas ibadah karena festival lampu colok ini.

"Pada malam-malam terakhir seperti ini, terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Untuk itu, kami harap kepada kita semua untuk tidak meninggalkan atau lalai dari aktivitas ibadah. Jangan sampai membuat masjid dan musala menjadi kosong," ungkapnya.

Kepala Dinas Pariwisata, Budaya, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bengkalis, Anharizal menyampaikan bahwa festival lampu colok ini bertujuan untuk mengembangkan serta melestarikan adat budaya secara turun-temurun.

"Mari bersama kita dukung program Pemerintah Kabupaten Bengkalis ini agar ianya tetap lestari sepanjang masa," katanya.

Pembukaan festival colok ditandai dengan menghidupkan lampu colok sisi bawah oleh Bupati Bengkalis didampingi Kapolres Bengkalis AKBP Yusup Rahmanto, Sekretaris Daerah Bengkalis, H. Bustami HY, Ketua umum MKA LAM Riau Kabupaten Bengkalis, Datuk Seri Zainuddin Yusuf, sebelum dihidupkan menjadi bentuk miniatur Kakbah.

 

Simak video pilihan berikut ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Mencabut Sawit di Kawasan Paru-Paru Dunia Bengkalis
Artikel Selanjutnya
Uniknya Tradisi Hias Masjid Menggunakan Lampu Colok di Riau