Sukses

Penyakit Misterius Jeneponto, Makhluk Halus Minta Tumbal?

Liputan6.com, Jeneponto - Penyakit misterius mewabah di Dusun Garonggong, Desa Tuju, Kecamatan Bangakala Barat, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Setelah menjalani rukiah di Masjid Jihad 45, sebagian warga mengaku perlahan mulai sembuh.

"Perlahan sebagian warga mulai membaik setelah rukiah massal kemarin," kata Burhanuddin, salah seorang warga yang ikut menjalani rukiah tersebut, Sabtu, 4 Mei 2019.

Dia menjelaskan bahwa saat proses rukiah salah seorang warga sempat kesurupan dan mengatakan bahwa ada makhluk jahat yang hendak menghabisi nyawa seluruh penduduk Dusun Garonggong. Warga pun semakin yakin bahwa penyakit misterius tersebut adalah serangan sihir dari makhluk halus.

"Ustaz yang merukiah kami itu berhasil mengusir makhluk halus tersebut," jelas Burhanuddin.

Sarifuddin, warga lainnya, bahkan sempat mendengar warga yang kesurupan itu menyebutkan bahwa makhluk jahat tersebut hendak mengambil tumbal yang banyak di Dusun Garonggong.

"Yang kesurupan itu namanya Erna dia bilang mau ambil tumbal yang banyak di sini. Syukurnya ada Ustaz Israil, perlahan saya dan keluarga sudah sembuh," dia menjelaskan.

Sejumlah masyarakat yang tadinya dirawat di Rumah Sakit dan Puskesmas pun bahkan telah kembali ke rumah mereka masing-masing. Meski begitu, Penjabat Kadis Kesehatan Jeneponto, Syarifuddin Nurdin tetap mendirikan posko untuk menerima laporan jika ada korban penyakit misterius itu lagi.

"Pendirian posko kesehatan ini untuk mendekatkan pelayanan pemeriksaan kepada masyarakat yang diduga terjangkit virus aneh ini," kata Syafruddin.

Secara medis, penyakit misterius yang mewabah sejak beberapa hari belakangan ini belum bisa dijelaskan. Syarifuddin pun mengaku hanya berupaya agar tidak jatuh korban lagi atas penyakit tersebut.

"Kita ingin masyarakat betul-betul mendapatkan pelayanan maksimal dan mencegah penularan penyakit misterius dan langka ini. Juga mencegah bertambahnya korban jiwa akibat lambat ditangani," tuturnya.

2 dari 3 halaman

Awal Mula

Sebelumnya, warga yang tinggal di Dusun Garonggong, Desa Tuju, Kecamatan Bangakala Barat, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan dibuat geger dengan munculnya penyakit misterius. Puluhan orang telah terjangkit penyakit misterius itu, bahkan 4 orang di antaranya meninggal dunia.

Sejumlah warga yang diserang penyakit misterius itu langsung dilarikan ke Rumah Sakit untuk mendapat perawatan intensif di dua rumah sakit, yaitu RSUD Jeneponto dan RSUD Takalar.

"Penyakit itu memang aneh, karena muncul tiba-tiba dan langsung menyerang warga satu Dusun, di Desa Tuju," kata Kepala Desa Tuju, Andi Indrawati Naim, saat dikonfirmasi Liputan6.com, Jumat malam, (3/5/2019).

Hingga kini dokter dari rumah sakit tempat seluruh warga itu dirawat masih belum mengetahui penyakit apa yang menyerang warga Dusun Garonggong tersebut.

"Saya juga tidak tahu penyakit apa namanya itu. Dokter saja tidak tahu penyakit apa namanya," kata Indrawati.

Dari keterangan dokter, lanjut Indrawati, mulanya penyakit itu dikiranya hanya demam berdarah, malaria atau tipus. Namun, dari hasil pemeriksaan darah terhadap pasien tidak menunjukkan bahwa mereka terjangkit penyakit tersebut.

"Iya hasilnya negatif. Lalu kemudian dicurigai itu virus Chikungunya dan Demam Zika karena gejalanya hampir sama, tapi juga bukan," katanya.

Hingga kini dokter pun kebingungan untuk mengetahui jenis penyakit apa yang diderita oleh warga-Warga dari Dusun Garonggong tersebut. Tim medis hanya berupaya masksimal agar wabah penyakit misterius ini tidak memakan korban lagi.

Simak video saat warga Jeneponto dirukiah massal:

3 dari 3 halaman

Serangan Jin?

Lantaran tidak adanya penjelasan secara medis jenis penyakit apa yang mewabah di Dusun Garonggong tersebut, sejumlah warga pun menduga penyakit yang tersebar ini ada kaitannya dengan hal mistis.

Alhasil, warga pun beramai-ramai memanggil ustaz untuk merukiah seluruh Warga yang terjangkit maupun yang belum terjangkit. Mereka percaya penyakit ini adalah sihir atau serangan jin.

"Warga mamanggil ustaz bernama Israil, bersama lima orang anggotanya untuk melakukan rukiah dan saat itu 350 warga ikut dirukiah di Masjid Jihad 45, Desa Tuju," jelas Indrawati.

Sejumlah warga bahkan memilih angkat kaki dari Desa Tuju lantaran khawatir terjangkit penyakit misterius tersebut. "Kita belum tahu jumlahnya berapa, yang jelas banyak. Mereka takut ketularan," katanya.

Sementara itu, Kadis Kesehatan Jeneponto, Syafruddin Nurdin mengatakan, penyakit yang mewabah di Desa Tuju merupakan penyakit yang langka.

"Kemungkinannya ini sebagai sebuah penyakit yang kita anggap langka di Jeneponto," kata Syafruddin.

Tak ingin penyakit misterius ini semakin memakan banyak korban, Syarifuddin pun meminta Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan untuk turun tangan menangani permasalahan ini.

"Kita anggap sebagai demam berdarah diperiksa ternyata bukan demam berdarah. Dianggap sebagai tipes diperiksa ternyata juga bukan bukan tipes, dianggap malaria kita periksa juga bukan malaria," jelasnya.