Sukses

Pemilih Termakan Hoaks, 1 TPS Berpotensi Pemungutan Suara Ulang

Liputan6.com, Banyumas - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah menunggu rekomendasi soal kemungkinan dilakukannya Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 10 Kelurahan Purwanegara Kecamatan Purwokerto Utara.

Potensi pemungutan suara ulang terjadi lantaran ada pemilih ber-KTP-el luar banyumas mencoblos di wilayah Banyumas. Dalam kasus di TPS 10 Purwanegara, seseorang meminta mencoblos di TPS tersebut.

Anggota KPU Banyumas, Hanan Wiyoko mengatakan, dari informasi yang diperolehnya, sebelumnya, orang yang sama juga sempat minta mencoblos di Kelurahan Sumampir, namun ditolak. Sebab, orang tersebut tak membawa surat A5 atau surat pindah memilih.

Diduga orang tersebut bisa mencoblos di TPS 10 Purwanegara meski tanpa surat A5 karena pemahaman yang keliru akibat informasi tak lengkap yang cenderung menyesatkan atau hoax soal aturan bahwa pemilik KTP-el bisa menggunakan hak pilihnya di mana saja.

Di sisi lain, kata Hanan, KPPS diduga juga tidak memahami regulasi tersebut secara lengkap. Karenanya, hingga saat ini KPU belum menerima laporan dari jajaran penyelenggara pemilu desa hingga kecamatan Purwokerto Utara.

“Jadi saat ini kami masih menunggu. Jadi kabarnya seperti itu. Wong kami tidak ada laporan dari KPPS. Ini menurut saya, ini adalah bentuk pengaruh berita hoax. Soal bahwa pemegang KTP bisa mencoblos di mana saja. berita itu betul, tapi harus ada ketentuan tambahan lainnya,” dia menjelaskan, Jumat, 19 April 2019.

Menurut Hanan, warga memang bisa mencoblos di tempat lain yang bukan di daerahnya. Akan tetapi, syaratnya ia harus memiliki A5 atau surat pindah memilih serta hanya bisa menggunakan hak pilihnya dalam Pilpres.

Dia menyatakan akan menunggu rekomendasi dari Bawaslu soal keumungkinan pemungutan suara ulang. Kemudian, KPU baru akan menggelar rapat pleno kemungkinan PSU di TPS 10 Purwanegara ini.

2 dari 3 halaman

Pemahaman Regulasi Pemilu

“Nah, ketentuan tambahan ini yang tidak dipahami oleh orang tersebut dan penyelenggara di KPPS. Jadi kasusnya, ada seseorang yang ber-E-KTP luar Banyumas meminta mencoblos di TPS Banyumas. Ini yang kemudian menurut Bawaslu, menjadi faktor penyebab terjadinya PSU,” dia menerangkan.

Dia mengungkapkan, pemahaman regulasi di jajaran penyelenggara pemilu ini menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi KPU, terutama di tingkat pelaksana atau daerah. Sebab, dari informasi yang diperolehnya, peristiwa serupa juga terjadi di kabupaten lainnya.

Meski demikian, Dia menambahkan, secara umum penyelenggaraan pemilu 2019 di Banyumas berjalan dengan kondusif tanpa gangguan luar biasa.

Sebelumnya, Ketua Bawaslu Banyumas, Mifathudin mengatakan TPS 10 Kelurahan Purwanegara Kecamatan Purwokerto Utara berpotensi pemungutan suara ulang. Bawaslu mengidentifikasi ada orang yang mencoblos meski tidak tercatat dalam daftar pemilih tetap (DPT) dan bukan warga setempat.

“Sementara ini satu orang,” katanya, Kamis (18/4/2019).

Meski demikian, Bawaslu belum menyimpulkan apakah di TPS 10 itu akan direkomendasikan untuk PSU. Sebab, Bawaslu beserta Panwascam, Panwas Desa dan Panwas TPS baru mendalami kasus ini. Diperkirakan, rekomendasi kasus ini bisa diputuskan.

3 dari 3 halaman

23 Kejadian Khusus di TPS

“Kami dalam hal PSU, masih dalam kajian dan kami dalami, kemudian kami akan putuskan apakah akan diusulkan PSU atau tidak, melalui Panwas TPS dan Panwascam ya. Hari ini kita kaji,” ucap Miftah.

Dia menjelaskan, PSU bisa disebabkan karena terjadinya pelanggaran-pelanggaran khusus di TPS. Contohnya, penghitungan suara yang tidak valid, petugas KPPS yang terindikasi melakukan pelanggaran, dan pelanggaran peserta pemilu yang yang berakibat kepada potensi perubahan perolehan suara.

“Di TPS 10 itu ada yang tidak punya hak pilih tapi bisa memilih,” ujarnya.

Miftahudin mengemukakan, di Banyumas dari 5.437 TPS ada 23 kejadian khusus yang dilaporkan oleh jajaran panwas. 23 kejadian khusus itu tengah dirapatkan di Panwas TPS, desa dan selanjutnya akan diplenokan di Bawaslu Banyumas.

Kejadian khusus itu diantaranya, ada suara dobel, pemilih yang didampingi tetapi tidak mengisi form C3, tertukarnya sampul surat suara, pemilih yang ditolak memilih, ada pula kasus kekurangan suara lantaran hanya masuk dalam DPTb, serta kasus lainnya.

Meski begitu, Miftahudin mengatakan secara umum pelaksanaan Pemilu di Banyumas berlangsung kondusif.

“Perlu ditekankan bahwa ini baru potensi ya, PSU itu kan ada beberapa penyabab. Makanya sedang kita dalami,” ucapnya.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Bawaslu Rekomendasikan 3 TPS di Tangerang Lakukan Pencoblosan Ulang
Artikel Selanjutnya
Ini Cara yang Bisa Anda Lakukan untuk Setop Berita Palsu, Menurut Sains