Sukses

Ketika Siti Aisyah Rakus Makan Saat Tiba di Rumah dan Menolak Tawaran Jadi TKI

Liputan6.com, Serang - Siti Aisyah, TKI asal Banten yang sempat ditahan di Malaysia atas kasus pembunuhan berencana Kim Jong Nam kini telah bebas.

Kepulangan Siti ke rumah orang tuanya di Kampung Rancasari, Desa Sindangsari, Kabupaten Serang, Banten, Rabu (13/3/2019) disambut hangat dan suka cita. Lantunan selawat mengawal Siti masuk ke rumah.

Di hadapan awak media, Siti mengaku ingin melepas rindu dengan orang tua dan beristirahat. Dia masih belum mau memikirkan apa yang akan dilakukannya di kemudian hari.

"Untuk masa depannya, mudah-mudahan bisa lebih baik dari kemarin, buat keluarga besar saya," kata TKI Siti Aisyah, saat ditemui di kediamannya, Rabu 13 Maret 2019.

Siti menegaskan belum ingin kembali ke Malaysia, apalagi kembali menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW), "Belum kepikiran lagi. Untuk sekarang ini nggak," katanya.

Pertama kali masuk ke rumah, Siti langsung menuju dapur. Dia pun melahap berbagai makanan yang telah disiapkan orang tuanya. Kesukaan Siti yakni bekakak ayam atau ayam bakar.

"(Bekakak ayam) udah abis. Udah makan semuanya," katanya.

Siti yang keluar mengenakan kerudung dan berkemeja putih hitam garis-garis, masih tidak bisa menyembunyikan lelah meski ada senyum di wajahnya. Berdasarkan pantauan di rumah dijaga petugas kepolisian dengan laras panjang.

Lebih jauh Siti bercerita bahwa di penjara Malaysia dirinya mendapat perlakuan yang cukup baik. Dia pun mengaku bertemu dengan Doan Thi Huong, terdakwa asal Vietnam yang dituduh berkomplot untuk membunuh Kim Jong-nam, saudara tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.

Meski tidak satu sel, TKI Siti kerap menyapa Doan jika bertemu di penjara. "Nggak ada ancaman, semua berjalan baik-baik aja. Nggak sekamar sama Doang," ujarnya.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Rekaman Video Pendeta Ditikam saat Misa
Loading
Artikel Selanjutnya
Siti Aisyah Pulang Kampung, Bawa Pesan dari Jokowi untuk Keluarga
Artikel Selanjutnya
PDIP: 165 WNI Terancam Hukuman Mati juga Berhak Diplomasi Total Seperti Siti Aisyah