Sukses

Fakta Tragis 4 Guru Jombang yang Tergulung Ombak Pantai Selatan Jember

Liputan6.com, Jember - Acara pelesiran dalam rangka merayakan suksesnya gelaran pameran pendidikan 2019 oleh beberapa orang guru asal Jombang berakhir duka. Sebanyak 22 Guru BK yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) BK itu harus kehilangan 4 orang rekannya lantaran tergulung ombak saat bermain di Pantai Payang di selatan Jember.

"Ya maunya kita tasyakuran dengan berwisata karena sukses menggelar edufair itu. Yang jadi panitia kan kami dari MGBK," tutur Muhajirin Halifudin, salah seorang guru BK asal Kabupaten Jombang, yang menjadi saksi mata peristiwa nahas keempat temannya.

Karena itu, berwisata ke Jember, menjadi pilihan. Tiga lokasi menjadi pilihan yakni Puslit Kopi dan Kakao, Pantai Papuma, dan Teluk Love. Setelah mengunjungi Puslit kopi dan kakao dan Pantai Papuma, rombongan langsung ke teluk love. Namun sebelum sampai ke Teluk Love, rombongan terhenti di Pantai Payangan yang berada sebelum Teluk Love. Saat peristiwa terjadi, Muhajirin sedang berada di atas bukit, bersama guru lainnya, Rizki. Sedangkan 4 korban, terlihat bermain air laut, karena ombak kecil saat itu.

"Saya milih naik ke bukit karena air laut kok keruh. Namun, tiba-tiba ombak besar datang, dan menyeret mereka ke tengah laut," katanya.

Pengelola Teluk Love Pantai Payangan, Suto mengatakan, empat korban yang terseret arus berada di sekitar Pantai Sruni Payangan Desa Sumberrejo. Daerah tersebut, bukan wilayah wisata dan tidak ada petugas penjaga pantai.

"Daerah tersebut, kelihatan tenang dan nyaman buat mandi dan bermain, tapi itu tempat yang paling berbahaya," kata Suto.

Sebab, katanya, di sebelah utara di lokasi itu ada palung besar. Selain itu, ombak biasa datangnya mendadak. Makanya wisatawan dilarang mandi di tempat tersebut, karena sangat berbahaya.

"Sebelumnya, rombongan tersebut saat di parkiran pertama, menanyakan arah ke Teluk Love. Petugas memberi tahu, bahwa Teluk Love, berada di tempat parkir paling selatan. Untuk menyaksikan teluk berbentuk hati, pengunjung harus naik ke bukit seroyo sekitar Payangan," jelas Suto.

Sementara hingga Senin sore, pencarian terhadap korban hilang Guru BK Hasan belum membuahkan hasil. Fokus pencarian korban di sekitar tempat tenggelamnya korban.

Komandan pos TNI AL Puger Kabupaten Jember, Sersan mayor Gatot Hadi menyampaikan, penyisiran dilakukan di lokasi musibah, hingga pantai pasir putih Malikan (Papuma). Tim SAR yang terlibat dalam pencarian diantaranya Basarnas, Tim SAR Rimba Laut Desa Sumberejo Ambulu, TNI Angkatan Laut Puger. Melihat kejadian ini, Gatot mengimbau kepada wisatawan yang berkunjung ke pantai selatan wilayah Jember, supaya berhati-hati dan waspada dan ikuti petunjuk petugas pantai. Sebab, ombak pantai selatan Jember, kadang sulit diprediksi.

"Saya harap wisatawan, mematuhi imbauan larangan mandi oleh para penjaga pantai. Sebab, mereka lebih memahami wilayah tersebut," ujar Gatot.

 

Simak juga video pilihan berikut ini:

Viral, Kucing Duduk di Pintu Masuk Bak Petugas Stasiun

Tutup Video
Loading