Sukses

Pesona dan Keajaiban Sendang Pengantin di Kediri

Liputan6.com, Kediri - Selain menawarkan pesona panorama hutan, di lokasi objek Wisata Taman Ubalan Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri Jawa Timur, terdapat sumber mata air.

Sumber mata air ini diyakini tidak pernah menyusut walau pun memasuki musim kemarau. Karena sumber mata air yang melimpah, pemerintahan Belanda kemudian berinisiatif untuk membuat tempat saluran irigrasi.

Saluran irigrasi itu diketahui dibangun pada tanggal 15 Agustus 1891. Bukti pembangunan irigrasi tertulis pada sebuah prasasti yang menggunakan bahasa Belanda. Sumber mata air ini kemudian dipergunakan untuk tempat irigrasi mengaliri sejumlah sawah milik warga lingkungan sekitar desa setempat

"Kalau masyarakat sini menyebutnya dengan nama Sumber Ubalan. Sumber mata air ini mengairi sawah sawah milik warga sekitar," tutur Mujiati pemilik warung di area lokasi sumber mata air Telaga Pengantin, Sabtu (29/12/2018).

Di area sumber mata air juga terhubung sebuah sendang. Sendang itu diberi nama Sendang Pengantin. Konon jika ada sepasang kekasih yang mandi di sendang tersebut, mereka akan menjadi jodoh dan akhirnya menikah. 

"Dulu kan ceritanya ada sepasang kekasih, istilahnya hilang di sana. Ada yang yakin seperti itu, kan kepercayaan. Mungkin ada pengunjung di sana atau mengambil air mungkin bisa awet muda" kata Ibnu Jauhari selaku Kordinator Objek Taman Wisata Sumber Ubalan Kecamatan Plosoklaten.

Pihak pengelola melarang pengunjung untuk mandi di sendang pengantin. Namun jika hanya sekedar dipergunakan untuk membasuh wajah dan badan masih diperbolehkan. Sendang Pengantin memiliki kualitas air yang sangat jernih, di dalamya terdapat ratusan ikan.

"Sebetulnya tidak boleh, tapi ada yang mempunyai hajat hanya menyalurkan badanya atau dipakai untuk menyiram muka," tutur Ibnu Jauhari.

Selain sendang, di lokasi objek wisata taman Ubalan juga terdapat sebuah sungai kecil yang diberi nama Sungai C inta. Sungai cinta diperuntukan sebagai wisata air. Pihak pengelolah menyediakan sebuah perahu mesin serta perahu kayuh. Pengunjung yang ingin berkeliling menggunakan perahu mesin, setiap satu orang penumpang ditarik biaya Rp 2500.

Jika masih merasa belum puas, pengunjung bisa menyewah perahu kayuh tarifnya Rp 10 ribu untuk durasi 15 menit. "Di sini juga dilengkapi kolam renang bagi pria dewasa mau pun kategori usia anak anak," ucap Ibnu Jauhari.

Banyaknya pepohonan yang tinggi menjulang, sebelum Gunung Kelud meletus banyak monyet sering singgah bermain di tempat ini. Para monyet bergelantungan di atas pohon. Namun pasca Gunung Kelud meletus keberadaan kawanan monyet liar ini sudah tidak diketahui lagi rimbanya.

Di sepanjang lokasi wisata sumber Ubulan, banyak ditemui prasarana arena bermain bagi anak - anak maupun outbond serta panggung hiburan.

Pada masa libur panjang seperti sekarang jumlah pengunjung mengalami peningkatan signifikan. Jika pada hari biasa, pengunjung yang datang diperkirakan hanya 50 orang. Namun menginjak masa libur panjang seperti sekarang pengunjung yang singgah bisa mencapai 500 lebih.

Wisatawan yang datang tidak hanya berasal dari Kediri, melainkan dari luar kota antara lain Nganjuk, Sidoarjo, Mojokerto dan Surabaya.

Meski memasuki masa liburan untuk harga tiket restribusi masuk masih tetap sama, tidak mengalami kenaikan. Harga tiket masuk pada hari Senin sampai dengan Jumat, kategori usia anak Rp 3 ribu, dewasa Rp 4 ribu.

Sementara khusus hari Sabtu dan Minggu tiket masuk untuk anak anak dijual Rp 4 ribu, dewasa Rp 5 ribu. "Kalau hari biasa sepi pak, mungkin hanya 50 orang. Tapi kalau hari libur seperti hari ini bisa mencapai 500 sampai 1000 orang. Harga tiket masih tetap mas," ujarnya.

 

Loading
Artikel Selanjutnya
Ayo Liburan Murah Meriah ke Goa Selomangkleng Kediri
Artikel Selanjutnya
Isi Waktu Liburan, Berkemah dan Mandi di Air Terjun Irenggolo Kediri