Sukses

Selamat Jalan Nh Dini, Sastrawan Penyetia Jalan Sunyi

Liputan6.com, Semarang - Kabar duka datang dari dunia sastra Indonesia, novelis Nh Dini meninggal dunia di Rumah Sakit Elisabeth, Kota Semarang, Selasa (4/12/2018) setelah mengalami kecelakaan lalu lintas.

Humas RS Elizabeth Semarang, Probowatie Tjondronegoro, menyebut usai kecelakaan Nh Dini sempat ditangani tim medis dari RS Elisabeth. Probowatie sendiri mengaku sempat ikut menunggui di Instalasi Gawat Darurat ketika NH Dini dirawat.

"Iya, Bu Nh Dini sempat saya tunggui. Saat saya datang, kondisinya masih menutup mata,” kata Probowatie.

Humas yang juga psikolog ini mengaku tak mengetahui bahwa saat ditunggui itu kondisi Nh Dini telah meninggal dunia.

Sebelum mendapat kabar meninggalnya Nh Dini, Probowati mengaku, tim medis hendak memeriksa menyeluruh tubuh Nh Dini.

"Katanya akan di MRI (Magnetic resonance imaging) atau pencitraan resonansi magnetik untuk dilakukan pemeriksaan untuk menampilkan gambar struktur dan organ dalam tubuh," katanya.

Di mana, saat dilakukan MRI, diharapkan dapat memberikan gambaran struktur tubuh yang mengalami luka yang tidak bisa didapatkan pada tes lain, seperti rontgen, USG atau CT scan.

"Sekitar pukul 17.30, saya dapat kabar dari tim kesehatan bahwa Nh Dini meninggal dunia," kata Probo.

Terkait kabar duka yang dialami Nh Dini, Probowati menjelaskan, dari keterangan keluarga korban, mobil Toyota Avanza, yakni taksi dengan pelat H-1362-GG yang mengangkut Nh Dini mengalami kecelakaan dengan truk pelat nomor AD-1536-JU di KM 10 Tol Semarang.

"Tempatnya saya belum tahu, tapi kata keluarga yang saya tanya, katanya karena mobilnya bertabrakan dengan truk," katanya menirukan keterangan keluarga Nh Dini yang ikut ke RS Elizabeth.

Sebelum meninggal, ucap Probowati, Nh Dini tinggal di Banyumanik, yakni kawasan atas Kota Semarang, memang sering diantar pengemudi dengan mobil untuk mengontrolkan kesehatannya di RS Elizabeth.

"Bu NH Dini itu jika ada keluhan tidak jarang mampir ke ruang kerja saya," kata Probo.

Nh Dini merupakan salah satu penulis dan sastrawan Indonesia yang mendunia bersama Pramoedya Ananta Toer, Mochtar Lubis, dan Ahmad Tohari. Namanya sempat menghilang hingga munculnya film The Minions, Despicable Me. Film itu disutradari Pierre Coffin Padang, anaknya. Karyanya yang melegenda adalah Pada Sebuah Kapal (1972), La Barka (1975), Pertemuan Dua Hati (1986). Masih ada puluhan novel dan juga cerita anak yang diproduksi perempuan asal Semarang ini. 

Selamat jalan Nh Dini, selamat jalan sastrawan yang sendiri berjalan di jalan sunyi.

 

 

Simak video pilihan berikut