Sukses

Warga Kulon Progo Gotong Royong Bedah Rumah Setiap Minggu

Liputan6.com, Kulon Progo - Gotong royong menjadi salah satu nilai yang terkandung dalam Pancasila. Implementasi nilai Pancasila itu sangat terlihat di Kulon Progo melalui bedah rumah.

Setiap hari Minggu warga Kulon Progo bergotong royong membangun rumah-rumah warga yang dinilai kurang layak huni. Sumber dana tidak dari APBD atau APBN melainkan zakat, infak, persembahan dari masyarakat.

"Dalam kurun waktu empat tahun terakhir telah dibangun lebih dari seribu rumah," kata Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo, Minggu (12/8/2018).

Hasto mengatakan program bedah rumah menjadi bukti bahwa masyarakat Kulon Progo masih memiliki semangat gotong royong yang sangat kuat. Program gotong royong lainnya dapat dilihat dari program Bela Beli Kulon Progo.

"Masyarakat diedukasi melakukan transaksi barang jasa yang sekiranya dapat diproduksi sendiri di lingkup Kulon Progo. Salah satunya produk air kemasan mineral merk airku atau air Kulon Progo yang dibuat oleh perusahaan daerah air minum setempat," katanya.

Kepala Badan Pembinaan Idiologi Pancasila Prof Hariyono mengapresiasi program yang dicanangkan bupati dan kekompakan masyarakat Kulon Progo. Menurutnya program tersebut bagian dari implementasi nilai Pancasila.

"Upaya implementasi dan idiologisasi nilai-nilai Pancasila idealnya memang berangkat dari problem nyata yang dihadapi masyarakat," katanya.

Staf pengajar UMY Zully Qodir mengatakan melalui kegotong royongan masyarakat Kulon Progo rakyat Indonesia dapat belajar implementasi Pancasila.

"Kita semua belajar bahwa pengejawantahan nilai Pancasila tidak berhenti sebatas retorika semata seperti lasimnya kalangan pejabat, melainkan mewujud dalam tindakan nyata," katanya.

Acara bedah rumah pada Minggu (12/8/2018) dilakukan di tiga rumah yakni rumah Sadirin di Dusun Wora Wari Sukoreno Sentolo serta rumah Ngadimin dan Layem, keduanya di Dusun Bulak, Tuksono Sentolo Kulon Progo.

Artikel Selanjutnya
Kisah Sukses Bupati Kulon Progo Ciptakan Kemandirian Ekonomi