Sukses

Festival Kebangsaan Ende Masuk Kalender Wonderful Indonesia

Liputan6.com, Kupang - Menteri Pariwisata Arief Yahya telah menyetujui ditetapkannya Festival Kebangsaan di Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur, untuk masuk dalam bagian Calendar of Event (CoE).

Festival Kebangsaan akan berlangsung pada 1 Juni 2019 di Ende. "Pak Menteri sudah setuju dan beliau berpesan acara itu dibuat dengan bagus. Kalau dari sisi fashion, tenun NTT yang terbaik di Indonesia," ucap Kepala Dinas Pariwisata NTT, Marius Jelamu kepada Liputan6.com, Rabu, 20 Juni 2018.

Ia menambahkan, bila ada yang pernah datang ke Ende pasti akan terenyuh membayangkan Sukarno alias Bung Karno merumuskan Pancasila di sana. 

Dia menjelaskan, Kementerian Pariwisata telah menargetkan beberapa penambahan infrastruktur. Terutama, mendorong Pemerintah Provinsi NTT untuk terus meningkatkan aksesibilitas dan amenitas.

Apalagi, Labuan Bajo juga ditetapkan sebagai salah satu dari 4 Destinasi Super Prioritas dan destinasi kunjungan IMF-WB pada Oktober 2018.

"Kita punya 10 destinasi prioritas, populer disebut Bali Baru dan NTT menyebut dirinya sebagai New Tourism Territory," ujarnya.

Dari 10 Bali baru itu, Presiden Joko Widodo atau Jokowi menetapkan super prioritas. Ada empat, yaitu Danau Toba, Borobudur, Mandalikam dan Labuan Bajo. "Mohon para tokoh (di NTT) manfaatkan dengan baik,” katanya.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 dari 2 halaman

Top 4 Calendar of Event

Sebelumnya, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bersama Pemerintah Nusa Tenggara Timur (NTT) meluncurkan Top 4 Calendar of Event Nusa Tenggara Timur 2018 di Balairung Soesilo Soedarman, Jakarta, Kamis, 7 Juni 2018.

Launching ini menampilkan 24 ajang sepanjang tahun, di mana empat di antaranya (Top 4) masuk ke dalam Top 100 Wonderful Indonesia Calendar of Event. Rinciannya, Festival Komodo (5-10 Maret 2018), Parade Sandalwood dan Tenun Ikat Sumba (5-12 Juli 2018), Festival Likurai Timor (24-28 Juli 2018), dan Tour de Flores (1-7 November 2018).

Kepala Dinas Pariwisata NTT, Marius Jelamu mengatakan, Menteri Pariwisata Arief Yahya, dalam launching itu menyampaikan pujian kepada keindahan alam, kekayaan kesenian budaya, dan sejarah yang dimiliki NTT. Semua itu mampu menarik banyak kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman.

Menpar Arief juga menyampaikan, Target 2018 Penataan Kawasan Strategis Pariwisata Labuan Bajo yang meliputi pembangunan pedestrian di Jalan Soekarno-Hatta, pembangunan Pusat Wisata Kuliner Kampung Ujung, dan pembangunan RTH di Kampung Air (eks Sail Komodo). Selain itu, pembangunan jembatan penghubung Kampung Air dengan Bukit Pramuka, dan pemasangan 20 titik mooring buoy di Taman Nasional Komodo.

Untuk aksesibilitas, kata dia, syarat utama menjadi destinasi internasional itu harus memiliki bandara internasional. Tahun ini diharapkan fasilitas dasar untuk bandara internasional sudah siap, meliputi fasilitas navigasi, pengerasan runway, dan perbaikan apron.

Diharapkan tahun 2019 akan ada penerbangan internasional di NTT, sehingga tentunya akan meningkatkan jumlah kunjungan wisman.

Terkait Bandara Komodo menjadi bandara internasional, Kementerian Perhubungan atau Kemenhub sedang melelang calon pengelola Bandara Komodo. "Diharapkan, pengelola dipegang BUMN atau swasta, seperti Silangit yang di kelola AP II," ujar Marius.

Dia menambahkan, beberapa Critical Success Factor di Labuan Bajo, seperti pembangunan rest area and souvenir shop Puncak Waringin, dan pemindahan pelabuhan peti kemas yang saat ini ada di Labuan Bajo ke Pelabuhan Bari

Serta, pembebasan lahan akses pelabuhan ke jalan utama, penerapan carrying capacity TN Komodo, dan perhitungan untuk 11 titik selam, di mana Oktober mendatang akan diterapkan mekanisme pengaturan aliran wisatawan dalam kawasan.

Artikel Selanjutnya
2 Dosen di UGM Diduga Tolak Pancasila, Ini Akibatnya
Artikel Selanjutnya
Tanamkan Nilai Pancasila kepada Generasi Milenial ala Yogyakarta