Sukses

Tunawisma Tewas Kelaparan di Pinggir Jalan Kebumen

Liputan6.com, Kebumen - Tragedi yang menguji rasa kemanusiaan terjadi di Kebumen, Jawa Tengah. Seorang gelandangan alias tunawisma tak beridentitas diduga meninggal lantaran kelaparan.

Jenazah korban ditemukan di Jalur Selatan-Selatan di Desa Lembupurwo, Kecamatan Mirit, Kebumen, oleh dua orang petani, Senin 19 Maret 2018 sekitar pukul 09.00 WIB.

Korban merupakan tunawisma yang kerap terlihat di sekitar lokasi. Dua saksi, Misbah (36) dan Durohman (69) menuturkan, beberapa saat sebelumnya, saat melintas di lokasi sekitar pukul 08.30 WIB, mereka melihat korban masih hidup.

"Namun saat kembali dari sawah, sekitar satu jam kemudian, korban sudah meninggal," kata Kepala Sub-Bagian Humas Polres Kebumen AKP Masngudin, melalui keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com, Rabu, 21 Maret 2018.

Saat ditemukan, korban tidak mengenakan baju. Ia hanya memakai celana panjang warna biru. Tak ditemukan pula biodata pada tunawisma ini. Korban bertinggi badan 163 sentimeter, kulit sawo matang, dan berambut lurus.

Kepala Puskesmas Mirit, dr. Kurbianto menduga korban meninggal dunia lantaran kelaparan. Saat ini, jenazah tunawisma kelaparan itu telah diserahkan kepada perangkat desa Lembupurwo untuk dimakamkan.

1 dari 3 halaman

Seorang Pria Bunuh Diri dengan Tali Rafia

Kematian tragis lain juga terjadi di kota yang sama. Selasa pagi, 30 Maret 2018, tak seperti biasanya, Budi Santoso alias Bing Liang (65), tak tampak beraktivitas. Tiap pagi, ia berolah raga di sekitar rumah, Desa Karanganyar, Kecamatan Karanganyar, Kebumen.

Kusmiatun (35), si induk semang rumah kontrakan hafal betul dengan kebiasaan Budi. Ia tinggal tak jauh dari rumah yang dilontrakannya sehingga kerap bertemu dengan Budi.

Kusmiyatun tahu, sewaktu datang hendak mengontrak rumah sekitar enam bulan lampau, Budi menderita stroke. Namun sepengetahuan Kusmiyatun, belakangan penyakit yang diderita Budi sudah mulai sembuh.

Memang, dari dokumen kependudukannya, Budi sudah menikah. Namun entah mengapa, warga Magersari, Magelang itu tinggal seorang diri. Keluarga korban tidak pernah terlihat mengunjungi.

Khawatir terjadi apa-apa, Kusmiyatun pun menengok Budi yang tinggal sebatang kara di kontrakannya. Jika sakit, ia pun tak segan mengantarkan ke dokter atau sekadar membelikan obat.

Baru beberapa langkah masuk ke ruang tamu, Kusmiyatun terhenyak. Dia melihat Budi terkapar. Yang lebih mengagetkan, seutas tali rafia melilit leher Budi.

2 dari 3 halaman

Pencari Keong Temukan Jenazah di Saluran Air

Ia pun panik dan berteriak memanggil para tetangga sekitar. Segera saja, tempat itu ramai didatangi warga sekitar.

Kepala Sub-Bagian Humas Polres Kebumen, AKP Masngdin mengungkapkan korban tewas akibat kehabisan nafas. Diduga Budi bunuh diri dengan gantung diri menggunakan seutas tali rafia yang kemudian putus.

"Korban ditemukan tewas sekira pukul 07.00 WIB, oleh pemilik kontrakan rumahnya," ucapnya, Rabu, 21 Maret 2018.

Olah tempat kejadian perkara (TKP) dan hasil pemeriksaan petugas kesehatan, Budi dipastikan meninggal karena kehabisan nafas lantaran terlilit tali rafia. Tak ada tanda-tanda atau luka yang mengarah pada tindak pidana.

Di hari yang sama, dan nyaris di jam yang sama pula, Pariyem (70), berangkat mencari keong di persawahan Desa Banjarejo Kecamatan Puring, Kebumen. Saat menyeberangi jembatan, ia kaget melihat sesosok jasad pria tergeletak di saluran air.

Belakangan diketahui, jenazah itu adalah Radiman (67), warga Desa Krandegan, Kecamatan Puring, Kebumen.

Diduga korban terjatuh saat melintas jembatan di atas saluran air. Kemungkinan, ia terjatuh lantaran tersandung karet pengikat kayu jembatan.

Kepala Polsek Puring AKP Khadik Widayat mengatakan korban diperkirakan meninggal tiga jam sebelum akhirnya ditemukan. Tak terdapat tanda-tanda penganiayaan pada korban.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Artikel Selanjutnya
Petani Riau Duel Pertaruhkan Nyawa dengan 2 Beruang
Artikel Selanjutnya
Ibu Hamil Meninggal Tertimbun Longsor Sibolga