Sukses

22 Sapi Milik Dinas Mati Mendadak Gara-Gara Keracunan Rumput

Liputan6.com, Cianjur - Penyebab matinya 22 sapi secara mendadak milik Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat di Kecamatan Gekbrong, Cianjur, karena keracunan pakan berdasarkan uji laboratorium.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Seksi Pelayanan Pembibitan, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan UPTD Balai Pembibitan dan Pengembangan Inseminasi Buatan Ternak Sapi Bunikasih, drh Andy Hariswan pada wartawan, Jumat, 9 Februari 2018.

"Penyebab matinya 22 ekor sapi milik Dinas Peternakan Provinsi Jabar itu, karena ditemukan racun dalam pakan rumput dengan dosis yang cukup besar, berdasarkan hasil laboratorium patologi hewan Institut Pertanian Bogor," katanya, dilansir Antara.

Dia menjelaskan, tim laboratorium menemukan racun dosis tinggi di dalam lambung hewan, sehingga menyebabkan kematian puluhan sapi. Jadi, bukan karena penyakit menular. Pihaknya telah melaporkan hal tersebut ke pihak berwajib.

Untuk meyakinkan adanya racun dalam pakan rumput yang dimakan ternak yang mati, balai akan memeriksa atau uji sampel pembanding di laboratorium di Subang sebagai pembanding.

 

 

2 dari 2 halaman

Sempat Uji Air

Sebelum memeriksa pakan, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat juga telah memeriksa sampel air yang diberikan kepada puluhan sapi perah sebelum ditemukan mati dan tidak ditemukan racun di dalamnya. Pihaknya juga menerapkan prosedur penanganan wabah penyakit menular selama satu bulan kedepan.

Kanit Reskrim Polsek Warungkondang, Ipda Wandi Kuswandi mengatakan, pihaknya masih menyelidiki kasus matinya puluhan ekor hewan ternak milik dinas provinsi itu.

"Kami akan mengembangkan kasus tersebut dan sudah meminta keterangan saksi-saksi. Proses penyelidikan akan terus dilakukan," katanya.

Sebanyak 22 sapi milik Dinas Ketahanan Pangan Peternakan Provinsi Jawa Barat di Kecamatan Gekbrong, Cianjur, mati mendadak pada Rabu, 17 Januari 2018.

Petugas Inseminator Dinas Ketahanan Pangan Peternakan Rusli Subhan pada wartawan mengatakan, selama 18 tahun bertugas di peternakan tersebut, baru kali ini ada sapi mati hingga puluhan ekor secara mendadak.

Saksikan video pilihan berikut ini: