Sukses

Pembunuhan Sopir Taksi Online Terkuak, Anehnya Mobil di Jurang

Liputan6.com, Pekanbaru - Misteri pembunuhan sopir taksi online Kota Pekanbaru, Riau, Ardhie Nur Aswan, akhirnya terungkap oleh Satuan Reserse Kriminal Polresta Pekanbaru. Empat terduga pembunuh sopir taksi online ditangkap beserta barang bukti.

Namun, mobil Suzuki Ertiga bernomor polisi BM 1654 NV‎ yang dikendarai korban sudah menjadi rongsokan karena dibuang ke jurang di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Belum diketahui maksud empat pelaku membuang hasil rampasannya dari korban. Sebelumnya, korban ditemukan sudah menjadi tengkorak di semak-semak perkebunan sawit Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, Riau, awal November lalu.

Sejauh ini, penyidik masih menggelar pemeriksaan intensif terhadap para pelaku untuk mengungkap motif kasus pembunuhan sopir taksi online tersebut.

"Dua terduga pelaku masih buron, sementara empat pelaku ditangkap di beberapa lokasi berbeda di Pekanbaru, Sumatera Utara, dan Banten," ucap Kapolresta Pekanbaru, Komisaris Besar Sutanso, Senin, 27 November 2017.

Kapolresta belum mengungkap identitas para pelaku dengan alasan penyelidikan. Begitu pula inisial dari dua pelaku

pembunuhan sopir taksi online yang masih buron. Termasuk, bagaimana mobil korban ditemukan di dasar jurang.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

 

2 dari 3 halaman

Korban Dijerat Pakai Tali

Menurut pria dipanggil Santo ini, ‎korban Ardhie Nur Aswan dibunuh setelah menerima pesanan tengah malam pada Minggu 22 Oktober 2017. Para pemesan ini minta diantarkan ke Kandis, Kabupaten Siak.

Dalam perjalanan, leher korban dijerat salah satu penumpang dari belakang memakai tali. Di jalanan sepi, korban berupaya melawan, tapi dipegang oleh pelaku lainnya hingga tak bernyawa.

"Kemudian dibuang ke areal kebun sawit milik masyarakat di Jalan Lintas Pekanbaru-Duri Kilometer 57, Kelurahan Telaga Sam-Sam, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak," ujar Danto.

Terduga korban sebelumnya ditemukan warga di jalan tersebut ‎dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau untuk tes DNA atau pengujian asam deoksiribonukleat. Kala itu, Kepolisian Resor Siak menyatakan mayat tersebut adalah sopir taksi online (GoCar), Ardhie Nur Aswan yang hilang sejak 22 Oktober 2017.

"Tengkorak itu adalah korban orang hilang yang dilaporkan ke Polresta Pekanbaru pada bulan lalu," kata Kapolres Siak, Ajun Komisaris Besar Polisi Barliansyah, beberapa waktu lalu.

3 dari 3 halaman

Polisi Cocokkan DNA Korban dan Orangtua

Menurut Barliansyah, sebelumnya DNA tengkorak itu dicocokkan dengan DNA milik Nur, orangtua Ardhie Nur Aswan di Laboratorium Forensik Mabes Polri di Jakarta.‎ Keluarga sebelumnya sudah yakin bahwa tengkorak itu adalah Ardhie Nur Aswan.

"Hasil tes DNA menjadi jalan untuk menyelidiki kasus ini," kata Barliansyah.

Ardhie dinyatakan hilang sejak 22 Oktober 2017 tengah malam. Kala itu, korban baru saja menerima orderan dan membawa mobilnya mobil Suzuki Ertiga putih BM 1654 NV. Atas kejadian ini, Polresta Pekanbaru membentuk tim gabungan dari Reserse dan Intelijen, bekerja sama dengan Polda Riau.

Sebelum menghilang, mahasiwa salah satu perguruan tinggi itu‎ mengenakan kaus putih dan celana jeans biru. Sopir taksi online itu terakhir mendapat pesanan pada pukul 01.30 WIB dari Jalan Delima dengan tujuan Jalan Riau. Sejak menerima pesanan itu, Ardhie menghilang dan nomor ‎sudah tidak aktif hingga mayatnya ditemukan di Kandis Siak.

Adapun paman Ardhie Nur Aswan yang bernama Arsyad menyebut memang ada kecocokan pakaian jenazah tanpa identitas itu dengan yang dipakai keponakannya sebelum menghilang, tepatnya setelah menerima orderan GoCar.

"Kalau pakaian memang ada kecocokan," sebut Arsyad.

Loading