Sukses

Qatar Diisolasi, Korban Banjir Garut Batal Dapat Rumah?

Liputan6.com, Garut - Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat, berharap isolasi yang dialami Qatar tidak berpengaruh pada pemberian bantuan rumah tapak bagi korban banjir bandang Garut. Peran pemerintah Qatar dalam pembangunan rumah tapak di Garut cukup penting.

"Meskipun itu isu global, tapi tetap saya amati. Saya lihat berlanjut apa tidak. Kalau pengaruhnya besar, ya tentu ada pengaruhnya juga buat yang lain," ujar Wakil Bupati Helmi Budiman, saat ditemui di kantornya, Senin (12/6/2017).

Helmi menyatakan, hingga kini Qatar Charity tetap berkomitmen membangun 100 rumah bagi korban terdampak banjir bandang. Ia juga menyebut keterlambatan pemberian rumah yang sedianya diberikan pada April lalu bukan disebabkan masalah politik yang dialami Qatar, tetapi semata karena ketersediaan lahan.

"Memang targetnya April selesai, tapi kan enggak selesai. Kita targetkan Juni ini kita selesai," kata dia.

Namun di tengah ketidakpastian itu, ia menilai bantuan rutin pembangunan fasilitas keagamaan seperti pembangunan masjid, pesantren, dan toilet masih tetap berlangsung. "Kalau itu masih, ini yang dikhawatirkan soal rumah tapak," ujarnya.

Kerja sama resmi antara Pemerintah Kabupaten Garut dan pemerintah Qatar mulai terjalin pascabencana banjir bandang yang menyapu Garut September tahun lalu. Melalui Qatar Charity, negara kaya minyak di wilayah Teluk itu kerap memberikan bantuan nirlaba bagi daerah yang mendapatkan bencana di seluruh dunia, terutama negara Islam.

Khusus bantuan bagi Garut, Qatar Charity bakal memberikan bantuan berupa rumah tapak yang diperuntukkan bagi korban terdampak musibah banjir bandang. Sementara, bantuan yang diberikan melalui swasta telah terjalin sejak lama melalui pembangunan fasilitas keagamaan, seperti pembangunan masjid, pesantren, musala, hingga fasilitas kebersihan mandi, cuci, kakus (MCK).

 

Loading