Sukses

Sambut Kedatangan 500 Eks Gafatar, MUI Jatim Bentuk Tim Khusus

Liputan6.com, Surabaya - Menjelang kedatangan 500 mantan anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang berasal dari Provinsi Jawa Timur, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim segera membentuk tim khusus. Tim itu bertugas untuk membina ratusan orang eks anggota Gafatar tersebut, yang saat ini sedang dalam proses pemulangan dari Mempawah, Kalimantan Barat.
    
"Tugasnya untuk menangani, dan proses menyadarkan mereka agar kembali ke jalan lurus sesuai aqidah dan ajaran agama," ujar Ketua MUI Jatim Abdussomad Buchori di Surabaya, Kamis 21 Januari 2016.

Abdussomad mengatakan, pengikut Gafatar itu akan ditampung di Gedung Balai Latihan Kerja di Surabaya. Mereka akan tinggal di situ selama 3 atau 4 hari sebelum di pulangkan ke daerah asal masing-masing. Di sana, mereka akan didata dan dibina oleh para ulama baik dari Nahdlatul Ulama maupun Muhammadiyah.

"Terlebih dulu, kami akan akan mendengarkan cerita mereka. Lalu alasan mereka bergabung dengan Gafatar, kemudian diberikan pencerahan soal ajaran menyimpang," ujar Abdussomad.


Sementara Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Nadjib Hamid mengatakan, tim khusus yang akan membina mantan anggota Gafatar berasal dari MUI, Kementerian Agama, serta sejumlah ormas Islam lain.

"Di antaranya dengan memberikan beberapa kelas-kelas khusus untuk mengembalikan pemahaman dan penyadaran mereka," kata Nadjib.

Najib menambahkan, ada 17 kelas yang disiapkan. Masing-masing kelas akan diisi oleh perwakilan MUI, Kementerian Agama, NU dan Muhammadiyah.
    
"Tujuannya, untuk pembinaan dan mendorong mantan pengikut Gafatar kembali ke hidup normal dan bekerja layaknya masyarakat umum," ujar Najib.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.