Daftar Harga Mobil Listrik Bekas Oktober 2026, Hyundai Ioniq 5 Anjlok 57 Persen

Harga mobil listrik bekas di Indonesia menunjukkan penurunan yang cukup beragam, pada Oktober 2026

Diterbitkan 12 Oktober 2026, 20:12 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga mobil listrik bekas di Indonesia menunjukkan penurunan yang cukup beragam, pada Oktober 2026. Berdasarkan iklan di jual beli daring atau online, per 12 Oktober 2026, Wuling Air EV Lite 300 km tahun 2024 mencatat depresiasi paling besar, yakni sekitar 61 persen dibandingkan harga barunya saat ini.

Sementara itu, Hyundai Ioniq 5 Signature Long Range keluaran 2022 mengalami penurunan sekitar 57 persen.

Berdasarkan data, Hyundai Ioniq 5 Signature Long Range tahun 2023 dijual bekas dengan harga tengah Rp 415 Juta, sekitar 55 persen di bawah harga barunya Rp 925.600.000 (OTR Jakarta), berdasarkan iklan daring per 12 Oktober 2026.

Meski begitu, tidak semua mobil listrik mengalami penyusutan harga dalam jumlah besar. BYD Atto 1 tahun 2025 menjadi salah satu model yang relatif mampu mempertahankan nilainya.

Varian Dynamic Standard Range ditawarkan dengan harga tengah Rp 185 juta, atau sekitar 12 persen lebih rendah dari harga barunya sebesar Rp 210 juta. Sedangkan varian Premium Long Range memiliki harga tengah Rp 210 juta, turun sekitar 14 persen dari harga baru Rp 245 juta.

Penurunan cukup besar juga terlihat pada BYD Seal Premium Extended Range tahun 2024. Mobil listrik tersebut memiliki harga tengah di pasar bekas sekitar Rp 442 juta, dengan kisaran penawaran Rp 422 juta hingga Rp 460 juta.

Dibandingkan harga barunya yang mencapai Rp 869 juta, nilainya telah turun sekitar 49 persen. Adapun BYD M6 menunjukkan depresiasi yang lebih moderat, berkisar 22 hingga 32 persen, bergantung pada varian dan tahun produksinya.

BYD M6 Superior Captain Seat tahun 2025, misalnya, memiliki harga tengah Rp 348 juta, turun sekitar 22 persen dari harga baru Rp 445 juta.

Wuling Air EV Lite 300 km keluaran 2024 menjadi model dengan penurunan harga paling tajam dalam daftar tersebut. Mobil ini ditawarkan dengan harga Rp 95 juta hingga Rp 113 juta, dengan harga tengah Rp 99 juta.

Dibandingkan dengan harga baru yang kini berada di kisaran Rp251 juta, depresiasinya mencapai sekitar 61 persen.

Namun, persentase tersebut perlu dilihat secara cermat karena harga baru Air EV telah meningkat dari sekitar Rp190 jutaan saat pertama kali diluncurkan pada September 2024.

Jika menggunakan harga peluncuran sebagai acuan, penurunan harga unit 2024 berada di kisaran 48 persen.

Perbandingan dengan Mobil Bensin

Jika dibandingkan dengan mobil bermesin bensin, depresiasi mobil listrik dalam daftar ini cenderung lebih besar. Rata-rata penurunan harga mobil listrik bekas tahun 2022 mencapai 57 persen, sedangkan mobil bensin sekitar 33 persen. Untuk unit 2023, angkanya masing-masing 55 persen dan 28 persen.

Mobil listrik tahun 2024 mencatat penurunan rata-rata 48 persen, dibandingkan 24 persen untuk mobil bensin. Pada unit 2025, selisihnya lebih kecil, yakni 28 persen untuk mobil listrik dan 21 persen untuk mobil bensin.

Jika Wuling Air EV dikeluarkan dari perhitungan, rata-rata penurunan mobil listrik tahun 2025 menjadi sekitar 19 persen, hampir setara dengan mobil bensin.

Bagi calon pembeli, harga murah bukan satu-satunya faktor yang perlu dipertimbangkan saat memilih mobil listrik bekas. Kondisi dan kesehatan baterai, sisa garansi, riwayat servis, serta kelengkapan perangkat pengisian daya perlu diperiksa sebelum transaksi.

Pastikan pula dokumen kendaraan, termasuk STNK, BPKB, faktur, dan pajak tahunan, sesuai dengan kondisi unit. Perlu diingat, harga yang tercantum merupakan harga penawaran di marketplace, sehingga nilai transaksi sebenarnya dapat berbeda tergantung jarak tempuh, kondisi kendaraan, kelengkapan, dan lokasi penjualan.