Waspadai Highway Hypnosis saat Berkendara Mobil, Lengah Sedikit Bisa Jadi Celaka

Saat berkendara jauh, terutama di jalan tol, pengemudi bisa saja mengalami highway hypnosis sebuah kondisi otomatisasi berkendara yang mirip kantuk dan dapat beresiko terjadinya kecelakaan. Simak penyebab, gejala, dan tips pencegahannya agar perjalanan tetap aman.

Diterbitkan 19 Januari 2026, 08:11 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Perjalanan panjang di jalan tol kerap membuat pengemudi merasa terhipnotis saat duduk di balik kemudi. Fenomena ini dikenal dengan istilah highway hypnosis, sebuah kondisi di mana pengendara mengalami hilangnya fokus sementara seperti dalam keadaan setengah sadar saat berkendara.

Meskipun terlihat serupa dengan kantuk atau bahkan microsleep, highway hypnosis lebih merupakan respons psikologis terhadap monotonitas jalan dan rutinitas berkendara yang membuat otak mengalihkan fokusnya tanpa disadari.

Dalam kondisi seperti ini, refleks berkendara bisa tetap bekerja, namun kesadaran penuh terhadap kondisi jalan dan potensi bahaya menurun secara drastis.

Misalnya, pengemudi mungkin akan tetap mengemudi dalam jalur, atau tidak merespons kejadian tak terduga seperti kendaraan di depan yang mengerem mendadak.

Dilansir dari laman pressroom.toyota.astra, kondisi ini sering terjadi pada rute yang panjang, lurus, dan kurang variasi visual seperti saat melewati tol panjang tanpa banyak belokan atau perubahan pemandangan.

Efek highway hypnosis bisa serupa dengan microsleep, yaitu mengalami “blackout” singkat pada kesadaran tanpa sepenuhnya tertidur.

Namun (highway hypnosis) biasanya dipicu oleh kebosanan dan fokus otomatis, bukan karena kurang tidur.

Meski begitu, konsekuensinya tetap serius: reaksi terlambat terhadap situasi darurat, jarak pengereman yang tidak optimal, bahkan potensi keluar jalur atau tabrakan.

Karena itu, memahami gejala dan mencegahnya sangat penting terutama bagi pengemudi yang sering melakukan perjalanan jauh.

Apa Itu Highway Hypnosis dan Mengapa Terjadi?

Highway Hypnosis adalah kondisi ketika pengemudi tetap berkendara secara fisik, tetapi kesadarannya teralihkan, sehingga reaksi terhadap perubahan kondisi jalan bisa melambat.

Biasanya ini terjadi pada rute panjang dengan sedikit variasi visual atau tikungan tajam, sehingga otak berada dalam mode otomatis tanpa stimulasi yang cukup.

Faktor lain yang memperbesar kemungkinan terjadinya kondisi ini termasuk kelelahan ringan, kurang tidur, penggunaan AC suhu sangat rendah yang membuat tubuh menjadi nyaman berlebihan, serta penggunaan radio atau hiburan yang monoton.

Semua ini membuat perhatian berpindah dari lingkungan luar ke “modus autopilot” tanpa disadari.

Tanda-tanda Anda Mengalami Highway Hypnosis

Penting untuk mengenali gejala highway hypnosis, antara lain:

  • Merasa berkendara tanpa sadar penuh tentang perjalanan, misalnya tidak ingat pada beberapa kilometer terakhir yang sudah di lalui
  • Respons yang lambat terhadap perubahan jalan atau kendaraan di depan, seperti menekan rem terlambat
  • Mata berkedip atau pandangan melayang, bahkan meskipun tidak merasa kantuk berat
  • Sulit mengingat detail perjalanan dalam beberapa menit terakhir.

Jika Anda pernah merasakan hal-hal ini saat berkendara di tol yang panjang, itu bisa menjadi sebuah tanda bahwa konsentrasi sedang menurun dan risiko kecelakaan akan meningkat.

Tips Efektif Mencegah Highway Hypnosis saat Berkendara

Agar perjalanan tetap fokus dan waspada saat berkendara, terutama di rute panjang, berikut sejumlah tips yang direkomendasikan:

  • Istirahat Rutin

Berhenti setiap 1,5 – 2 jam untuk mengendurkan otot dan menyegarkan pikiran yang bisa membantu tubuh kembali fokus.

  • Variasi Suasana di dalam Kabin

Sesekali jendela dibuka atau ubah musik dengan volume dan tempo berbeda, car aini bisa membantu merangsang kesadaran Anda kembali.

  • Perhatikan Kualitas Tidur Sebelum Berangkat

Pastikan tidur yang cukup sebelum melakukan perjalanan panjang agar tubuh dan otak bekerja pada performa yang selalu optimal.

Highway Hypnosis bisa terjadi pada siapa saja, terutama saat berkendara di jalan lurus dan monoton seperti tol panjang.

Meski kondisi ini sering tidak disadari, konsekuensinya bisa serius bila tidak ditanggapi dengan benar.

Dengan mengenali tanda-tandanya serta menerapkan kebiasaan berkendara aman seperti istirahat yang teratur dan menjaga respons terhadap lingkungan jalan, risiko kecelakaan dapat diminimalkan.