Julian Johan Kembalikan Merah Putih ke Rally Dakar 2026 Usai 14 Tahun Absen

Setelah 14 tahun absen, bendera Merah Putih akhirnya kembali berkibar di ajang reli paling ekstrem di dunia, Rally Dakar, lewat sosok Julian Johan.

Diterbitkan 02 Januari 2026, 06:14 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ajang Rally Dakar 2026 yang akan berlangsung pada 3–17 Januari 2026 di Arab Saudi menjadi momen spesial bagi dunia motorsport Tanah Air. Setelah 14 tahun absen, bendera Merah Putih akhirnya kembali berkibar di salah satu reli paling ekstrem di dunia lewat sosok Julian Johan.

Pereli yang akrab disapa Jeje ini menjadi penerus langkah dua senior Indonesia yang lebih dulu mencicipi kerasnya Rally Dakar, yakni Tinton Soeprapto pada 1988 serta Kasih Anggoro pada 2010 dan 2011.

Bagi Jeje, keikutsertaan para pendahulunya bukan sekadar catatan sejarah, tetapi juga sumber motivasi besar untuk merealisasikan mimpinya tampil di Dakar.

“Mereka termasuk orang-orang yang membuat saya memiliki motivasi lebih untuk melanjutkan perjuangan mereka di Rally Dakar. Tapi satu hal yang menarik memang, Dakar tidak hanya membutuhkan biaya yang besar, tetapi juga membutuhkan keberanian besar dan kenekatan,” ujar Jeje, yang akan berpasangan dengan co-driver asal Prancis, Mathieu Monplaisi.

Menurut atlet motorsport kelahiran 1 Agustus ini, keberanian dan kenekatan menjadi faktor krusial untuk menaklukkan Rally Dakar. Pasalnya, medan ekstrem dengan jarak tempuh panjang menjadi santapan harian para peserta selama kompetisi berlangsung.

“Dengan medan yang sangat ekstrem dan panjang, ternyata kita yang punya finansial yang kuat saja tidak cukup untuk ikut. Kita harus nekat dan memberanikan diri walaupun belum tahu akan seperti apa hasilnya,” sambungnya.

Rally Dakar sendiri bukan ajang asing bagi Jeje. Meski baru pertama kali turun langsung sebagai peserta, ia mengaku sudah lama mengikuti perkembangan reli yang pertama kali digelar pada akhir 1978 tersebut.

Namun, pengalaman kali ini jelas berbeda karena ia benar-benar terjun dan merasakan langsung tantangan sesungguhnya.

“Memang Rally Dakar ini semuanya serba baru bagi saya. Mulai dari mobil yang digunakan, kemudian cuaca serta iklim yang harus dilalui. Tapi persiapannya lebih ke arah bagaimana teknik mengemudikan mobil di permukaan pasir,” jelasnya.

Jeje akan mengandalkan Toyota Land Cruiser 100, SUV yang sejatinya tidak asing baginya. Pengalaman mengemudikan model tersebut membuat proses adaptasi tidak terlalu sulit.

Apalagi, ia sempat menjalani sesi latihan di Maroko, Afrika Utara, yang disebut memiliki karakter medan dan iklim mirip dengan Arab Saudi.

“Saya sudah dapat banyak pelajaran saat latihan di Afrika. Secara medan dan iklim sangat mirip, dan latihan itu benar-benar membantu saya mendapatkan gambaran besar sebagai bekal di Dakar,” ujarnya.

 

Andalkan Toyota Land Cruiser 100

Meski demikian, Jeje menyadari betul bahwa Rally Dakar bukan ajang yang mudah. Ia pun memilih memasang target realistis pada debutnya nanti.

“Kalau langsung menargetkan juara rasanya terlalu berlebihan. Target saya sederhana, setiap hari bisa berjalan lancar, mencapai garis finis, kendaraan minim kerusakan, dan seluruh tim dalam kondisi baik,” paparnya.

Selain persiapan teknis dan fisik, Jeje juga membekali diri dengan perlengkapan tambahan bernuansa survival.

Pengalaman berlaga di Asia Cross Country Rally (AXCR) 2023 dan 2024 memberinya pengetahuan penting soal rescue dan recovery mobil, yang diyakini sangat berguna di Dakar.

“Saya membawa perlengkapan seperti obat-obatan, perlengkapan camping, dan pengetahuan rescue atau recovery mobil. Saat latihan sebelumnya, semua itu terasa sangat berguna,” tuturnya.

Menariknya, mobil yang akan digunakan Jeje memiliki nilai historis tinggi. Unit Toyota Land Cruiser 100 tersebut merupakan kendaraan yang pernah mengantarkan tim Toyota Jepang menjuarai Rally Dakar pada era awal 2000-an, sebelum akhirnya dibeli oleh Compagnie Saharienne.

Untuk Rally Dakar 2026, mobil tersebut akan tampil dengan livery merah putih yang khas.

“Warnanya merah putih mewakili Indonesia, ditambah sedikit hitam dari sponsor. Saya sengaja melanjutkan nafas merah putih sebagai statement bahwa Indonesia kembali hadir di Rally Dakar,” pungkas Julian Johan.

Dengan semangat juang dan persiapan matang, kehadiran Julian Johan di Rally Dakar 2026 diharapkan mampu membuka lembaran baru bagi kiprah Indonesia di panggung reli dunia.