Sukses

Amankah Mobil Land Cruiser Jokowi Menerobos Banjir?

Liputan6.com, Jakarta - Dalam kunjungan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, ke Kalimantan Selatan, akhirnya viral di kalangan publik lantaran mobil kepresidenan yang digunakan menerobos banjir.

Berdasarkan foto yang beredar di jagat maya, memperlihatkan mobil Land Cruiser yang ditumpangi Jokowi tengah berjibaku untuk melintasi wilayah tersebut.

Kondisi banjir tersebut memang tengah melanda beberapa wilayah di Kalimantan. Namun, jika melihat ketinggian banjir yang dilibas oleh Toyota Land Cruiser Presiden Jokowi, bukanlah hal yang berat.

Pasalnya, menurut mekanik Wie Wie Rianto, pemilik R Speed di wilayah Cipinang, Jakarta Timur, mobil Land Cruiser Jokowi tetap bisa melintasi tanpa rasa khawatir mogok.

Dari penjelasan Wie Wie, melihat foto kondisi banjir yang dilalui masih dalam batas tolerir. Artinya, ketinggian air masih bisa dilalui oleh mobil tersebut tanpa harus mengkhawatirkan berhenti di tengah situasi banjir.

"Ya aman dalam arti kata masih dalam batas toleransi. Batas toleransinya itu bisa dilihat dari posisi air saat merendam ban Land Cruiser," ujar Wie Wie.

 

2 dari 4 halaman

Mesin Diesel Bisa Diandalkan untuk Melibas Banjir

Menurut mekanik yang juga terkenal di kalangan balap nasional ini, selain batas air yang bisa ditolerir, hal lain yang juga menyebabkan tidak ada rasa khawatir adalah karena mobil ini dibekali dengan mesin diesel.

"Diesel memang aman, tapi sebenarnya diesel yang lebih aman itu adalah diesel yang modelnya konvensional, tidak ada elektrik. Seperti mobil Land Cruiser VX80 lansiran 1995, di mana sistem elektriknya tidak begitu banyak seperti yang sekarang. Dan alangkah baiknya kalau mobil tersebut dipasang snorkel, sehingga meskipun mobil masuk air dan mesin terendam, asalkan snorkle tidak masuk air mobil masih bisa menerabas banjir," tambah Wie Wie.

Namun, ada beberapa hal yang harus dilakukan pasca mobil menerabas banjir. Terlebih, kendaraan yang digunakan oleh Jokowi harus dalam kondisi prima dan kompetitif untuk segala medan.

"Efek berikutnya banyak, laher roda, sistem pengereman, setir, ball join, tie rod, ada pompa hidrolik di belakang yang untuk suspensi kemungkinan masuk air. Setir kan bisa masuk air dan as setir akan karatan kalau enggak langsung di cek. Setelah itu harus ada pengecekan segala macam oli, mulai dari oli gardan, oli transfer, oli matic, begitu masuk langsung ganti dengan yang baru," pungkas mekanik yang sering menemani Rifat reli di luar negeri ini.

3 dari 4 halaman

Infografis Perbedaan Rapid Test Antibodi, Rapid Test Antigen, Swab PCR Test

4 dari 4 halaman

Simak Video Pilihan Berikut Ini