Sukses

Miris, Ferrari Testarossa Mangkrak Selama Belasan Tahun

Liputan6.com, Puerto Rico- Jarang ada yang tega menelantarkan mobil mewah seperti Ferrari. Namun, pada kenyataannya ada saja yang tega membiarkan supercar tersebut tak terawat.

YouTuber Ratarossa pun menemukan Ferrari Testarossa, setelah sebelumnya dia juga menemukan Ferrari 40 yang terabaikan di Irak. Dilansir Carscoops, Ferrari klasik Testarossa itu ada Puerto Rico.

Mobil itu disebut masih atas nama dan dimiliki oleh pemilik aslinya. Si pemilik memarkirkan mobil itu di luar di medan tanah curam selama 17 tahun terakhir.

Bahkan mobil pabrikan Italia itu tak pernah dinyalakan mesinnya selama 17 tahun itu. Ratarossa pun berhasil menghubungi pemilik dan meminta pemilik mengirimkan video mobil tersebut.

Dari penampakannya, tampak cat berwarna merah di Ferrari tersebut mulai rusak. Begitu juga dengan interior kulitnya yang kondisinya juga mengenaskan.

 

2 dari 4 halaman

Dijual Murah

Pemilik Ferrari Testarossa itu rupanya bersedia menjual mobil itu. Harganya bahkan jauh di bawah pasaran. Dia menawarkan seharga GBP 23.833 atau Rp 458 jutaan (Kurs GBP 1 = Rp 19.251), sedangkan harga di pasaran bisa mencapai GBP 90.000 atau Rp 1,7 miliaran.

Mobil itu disebut bisa menghasilkan uang lebih dari itu jika direstorasi. Hanya saja mempertimbangkan biaya pengiriman ke Inggris yang tinggi, Youtuber tersebut batal membelinya.

Sumber: Otosia.com

3 dari 4 halaman

Ferrari Kepincut Kembangkan Supercar Listrik, Ini Bocorannya

Suara raungan mesin yang mendebarkan jantung sudah menjadi ciri khas sebuah supercar. Namun hal tersebut tak berlaku untuk sekarang, elektrifikasi sudah digaungkan secara global.

Tengok saja Porsche, pabrikan sportscar yang memiliki mobil listrik kencang seperti Taycan. Baru-baru ini terkuak rancangan EV masa depan dari Maranello, melalui forum Taycan.

Kalau mengacu pada sketsa rancang bangun, Ferrari EV diduga memiliki empat motor listrik. Jadi tersedia pada tiap roda. Keempatnya bergerak macam sistem all wheel drive. Tapi secara mekanis, dinamo penggerak independen memiliki poros yang terhubung langsung ke masing-masing roda. Bila melihat sistem operasi tunggal dari motor listrik, Ferrari mampu melakukan torque-vectoring kuat. Setidaknya Ferrari elektrik masa depan harus mempertahankan kehebatan performa dan handling mumpuni. Seperti citra model-model bermesin konvensional saat ini.

Melihat rancangan itu, paket baterai ditempatkan di area khusus bagian belakang, seperti pada kebanyakan EV saat ini. Namun perlu dicatat, aplikasi tertera berlaku pula pada kendaraan hybrid. Dalam hal ini, mesin pembakaran internal (ICE) berpotensi juga diletakkan di bagian itu, bukan baterai. Anda bisa mengamati lebih detail pada gambar struktur rangka.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: