Sukses

Jarak Ideal Membersihkan Filter Udara Menggunakan Tekanan Angin

Liputan6.com, Jakarta - Beragam jenis dan merek filter udara beredar di pasaran, mulai yang dari bahan kertas, busa, kapas, dari bahan stainless steel. Biasanya masa pakai filter udara dibatasi jarak tempuh kendaraan, tapi ada juga tergantung dari bahan pembuatannya.

Sebelum mencapai batas waktu akhir pemakaian, filter udara juga memerlukan perawatan rutin agak fungsinya tetap maksimal. Dalam merawat filter ada beragam cara dilakukan, seperti menggunakan air, oli, deterjen, hingga disemprot dengan tekanan angin.  Namun untuk membersihkan dengan menggunakan tekanan angin besar tidak boleh asal.

“Filter udara boleh saja disemprot dengan angin bertekanan sedang terutama yang stainless, sedangkan untuk angin bertekanan cukup tinggi harus dengan jarak minimal 30 cm dari permukaan filter,” terang Teng Herry Sutanto selaku Sales Manager PT Prima Semesta Asia yang memasarkan filter udara merk Ferrox.

Pasalnya Filter udara yang terbuat dari stainless steel yang dianyam (mesh) jika mendapat tekanan angin sangat tinggi di bawah jarak 30 cm  pada satu titik bisa menyebabkan posisi anyaman geser.  Kebiasaan ini kerap dilakukan, padahal salah.

“Menyemprot angin dengan tekanan tinggi dan jaraknya sangat dekat bisa menyebabkan goresan, atau terjadi pergeseran anyaman. Walaupun tidak berpengaruh banyak terhadap performa mesin, kerusakan ini pastinya bisa menyebabkan usia pakai filter udara menjadi lebih pendek,” kata Teng Herry.

Sebenarnya, kata teng Herry, perawatan filter berbahan stainless steel sangat mudah. Cukup dicuci dengan air bersih, tidak perlu menggunakan cairan khusus pembersih filter udara. Jika terdapat kotoran  membandel seperti  noda oli, tambahkan cairan pencuci piring dan disikat menggunakan sikat gigi dengan lembut.

 

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

Sementara jika pori-porinya tersumbat oleh pelumas bisa disiram menggunakan air panas. Dipastikan kotoran yang menempel di pori-pori bakal hilang. Aliran udara menjadi lancar seperti semula. “Bisa juga direndam dengan air panas, tidak perlu khawatir karena bingkainya filter udara Ferrox terbuat dari karet alam yang tahan terhadap panas,” kata Hery.

Meskipun karet bingkai tahan panas, Herry mewanti-wanti agar karet jangan terkena oli, bensin, solar , minyak tanah atau alkohol. Karena karet alam mudah mekar jika terkena solar atau minyak tanah. Sementara jika terkena bensin akan menjadi keras.

Untuk pembersihan rutin sebaiknya dilakukan setiap 2000 km untuk filter udara mobil sedangkan untuk motor sekitar 2500 km untuk kondisi perjalanan normal.

“Jarak 2000 km merupakan jarak tempuh ideal untuk perawatan, apalagi seperti di Jakarta, dengan kondisi lalu lintas macet. Kita berkendara berhenti berapa lama?  Saat kondisi macet mesin tetap bekerja dan membutuhkan udara untuk proses pembakaran. Bandingkan jika kita berkendara di daerah, dengan waktu yang sama kita bisa menempuh jarak lebih jauh,”papar Herry.

Reporter : Nazarrudin Ray

Sumber: Otosia.com

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Artikel Selanjutnya
Perlukah Motor Kecil Dilengkapi Sistem Pengereman ABS?
Artikel Selanjutnya
Pengguna Moge Ngebet Bisa Riding Lewat Tol