Sukses

Ragam Low MPV Varian Termurah, Pilih Mana?

Jakarta - Segmen Low MPV, pasar otomotif terbesar di Indonesia. Makanya, model yang ditawarkan pabrikan, terdiri dari banyak varian dan tipe.

Rentang harganya juga bervariasi, tak lain agar menjangkau kemampuan dan kebutuhan konsumen yang beragam. Biasanya, varian model LMPV dibagi tiga. Mulai dari varian termewah, menengah hingga paling sederhana alias termurah.

Adanya varian termurah, bisa menjadi ladang profit bagi pabrikan. Umumnya, dipilih konsumen untuk mobil alternatif, berguna sebagai sarana transportasi semata.

Selain itu, menjadi favorit untuk dipakai usaha, seperti disewakan, taksi online, travel dan lain sebagainya. Berikut kami jabarkan 7 pilihan LMPV tipe terendah serta mobil mana yang pantas Anda pilih.

Daihatsu Xenia X

Pilihan termurah Xenia X STD diberi dua pilihan transmisi, manual seharga Rp 181,45 juta dan otomatis Rp 192,35 juta. Tampilannya sederhana, tanpa fog lamp, pelek kaleng dengan dop dan tanpa aksen krom.

Fitur keselamatannya hanya dual SRS airbag, tanpa ABS maupun immobilizer. Daihatsu cukup bermurah hati memberi fitur hiburan headunit 2DIN dan AC double blower.

Toyota Avanza E

Avanza tipe E banyak kesamaan dengan Xenia X STD. Harganya lebih mahal, Rp 188,45 (manual) dan Rp 199,65 juta (matik). Masih 1,3-liter dual VVT-i sama persis dengan Xenia.

Bedanya hanya di kelengkapan saja. Avanza E dibekali ABS tapi tetap minus immobilizer. Pembeda lainnya tidak ada garnish di antara lampu belakang.

Berkat nama besar Toyota-Daihatsu dan resale value dan durabilitas yang selalu tinggi, Avanza dan Xenia selalu menjadi favorit senagai mobil operasional, taksi online maupun mobil rental.

Suzuki Ertiga GA

Ertiga tipe GA sempat dihilangkan, menjelang siklus generasi pertama berakhir. Kini, di generasi kedua hadir kembali. Sayangnya tidak punya pilihan transmisi otomatis, hanya manual.

Dihargai Rp 193 juta, tergolong menggiurkan karena sekarang sudah dilengkapi fitur safety lebih komplet, berupa dua airbag, ABS+EBD serta immobilizer.

Honda Mobilio S

Varian ini dipercaya sebagai armada satu perusahaan taksi ternama. Namun bukan yang versi facelift ini. Harganya persis sama seperti Suzuki Ertiga GA dan cuma punya transmisi manual.

Menariknya, perbedaan dengan Mobilio tipe E M/T yang selisih harganya mencapai Rp 20 juta tidak terlampau banyak. Dari luar dapat dibedakan karena minus foglamp, pakai pelek kaleng, lis jendela sewarna bodi dan gagang pintu hitam. Selebihnya hampir sama, misal fitur ABS+EBD, dual airbag, AC digital dan double blower.

Mitsubishi Xpander GLX

Mitsubishi menyediakan Xpander tipe GLX seharga Rp 197,1 juta dan hanya tersedia transmisi manual saja. Desain Dynamic Shield yang gagah, ternoda dengan kesederhanaan pelek kaleng.

Kelengkapannya minim sekali, seperti tidak adanya head unit dan AC double blower. Semua itu ada di tipe GLS berbanderol Rp 215,6 juta.

Beruntung tetap ada ABS+EBD, dual airbag berikut telescopic steering. Soal rasa berkendara semestinya tetap seenak varian atas.

Nissan Grand Livina SV

Paling mahal! Harganya Rp 220,7 juta untuk manual dan Rp 232,7 juta untuk CVT. Tapi seharusnya, sekarang sedang diskon besar untuk menggenjot penjualan.

Varian ini semakin terasa mahal, karena tidak memiliki fitur safety ABS dan EBD. Tapi kenyamanannya sangat baik ciri khas Nissan dan fitur hiburannya menjadi yang terbaik berkat monitor layar sentuh.

Wuling Cortez 1.5S

Sebenarnya Wuling Cortez tidak diplot sebagai LMPV, tapi harganya sangat bersinggungan dengan Xpander dkk. Apalagi ketambahan varian baru Cortez bermesin 1,5-liter, menambah jelas siasat Wuling menjadikan Cortez sebagai volume maker.

Varian termurahnya Cortez 1.5S, tergolong sangat menarik dengan harga hanya Rp 193,8 juta. Terhitung murah, mengingat Cortez mempunyai kabin paling lega di antara MPV seharganya, dengan fitur terlengkap juga.

Mesin pakai punya Confero, tapi transmisinya manual 6-percepatan. Safety komplet sampai rem belakang cakram. Soal pengendaraan, pastinya menjadi yang paling nyaman.

Wuling Confero

Versi paling murah Confero, harganya setara LCGC 7-seater (Rp 131,8 juta) tapi dengan kualitas lebih baik dari LMPV. Konsekuensinya, fitur keselamatan sangat minim, tanpa airbag, ABS+EBD maupun immobilizer.

Karena itu, tipe ini sangat cocok dijadikan armada operasional. Tinggal persoalan durabilitas dan resale value yang masih sering diragukan.

Pilih Mana?

Harga yang tercantum merupakan on the road untuk wilayah Jabodetabek, belum dipotong diskon dari dealer. Dari semua pilihan LMPV termurah, untuk pemakaian operasional yang berat, memang paling masuk akal tetap memilih Avanza-Xenia atau Ertiga.

Karena sebaran layanan after sales service yang merata hingga pelosok, onderdil berlimpah, sangat memudahkan dalam perawatan. Jika untuk digunakan untuk pribadi sebagai mobil keluarga, Wuling Cortez 1.5S patut menjadi pertimbangan. Namun bila butuh transmisi otomatis, opsinya hanya Avanza-Xenia dan Grand Livina.

Baca Juga: LCGC 7 Seater, Pilih Toyota Calya atau Datsun GO+ Panca

Loading
Artikel Selanjutnya
Mitsubishi Indonesia Jawab Rumor yang Berkembang Soal Model Baru
Artikel Selanjutnya
Fitur Toyota Calya Bersaing dengan Avanza, Apa Akibatnya?