Sukses

Toyota Yaris Sulit Kalahkan Honda Jazz, Ini Buktinya

Liputan6.com, Jakarta Sejak pemunculan Honda Jazz, 2003, segmen hatchback semakin seru. Toyota tak membiarkannya berkeliaran sendiri. Toyota Yaris dikeluarkan tiga tahun kemudian.

Hingga sekarang, persaingan keduanya masih sengit. Merek lain seakan tak bisa ikut bersaing. Sebut saja Suzuki Swift yang tinggal gelanggang. Mau tak mau memang tinggal dua merek ini yang selalu berebut mahkota raja di segmen hatchback.

Pada polling otomotif kali ini, Honda Jazz dan Toyota Yaris kembali diadu. Bisa jadi ada yang suka dengan tampilan baru Toyota Yaris yang baru dua minggu lalu diperkenalkan wujud barunya. Bila berdasarkan penjualan, Honda Jazz lebih beruntung. Di 2016 Toyota Yaris terjual 15.369 unit selama satu tahun. Namun Honda Jazz sendiri di periode yang sama laku sebanyak 18.110 unit.

Demikian juga dengan wholesales selama 2017, Toyota Yaris hanya tercatat 10.750 unit, sementara Honda Jazz terjual 16.100 unit.

Ternyata, hasil penjualan bisa merefleksikan hasil polling dalam periode pekan lalu. Namun persentase Toyota Yaris lebih baik dalam hasil polling. Bila dalam penjualan tahun lalu, persentase pejualaan segmen hatchback (Toyota Yaris dan Honda Jazz), raihannya hanya 31 persen. Sementara hasil polling Toyota Yaris bisa mencapai 37 persen.

Akankah penjualan Toyota Yaris bisa lebih baik tahun ini dengan perubahan yang baru saja dilakukan? Hanya waktu yang akan menjawab.

1 dari 2 halaman

Honda CB150 Verza Unggul Tipis Melawan MegaPro

Polling otomotif pekan lalu mengajak pembaca setia Liputan6.com untuk memilih Honda CB150 Verza atau Honda MegaPro. Mengapa kedua motor bersaudara tersebut kami adu pada polling otomotif?

Keduanya identik dengan motor bergaya sport entry level. Bahkan, ada yang menyebutnya sebagai motor bapak-bapak yang dipakai untuk mencari nafkah keluarga.

Yang paling penting, keduanya dibanderol dengan harga yang berbeda tipis. Honda CB150 Verza pelek jari-jari dibanderol Rp 19,3 juta sedangkan versi pelek palang dipatok Rp 19,95 juta. Sementara harga MegaPro Rp 21,775 juta atau hanya selisih Rp 1,825 juta dari Verza.

Meskipun keduanya sama-sama mengusung mesin 150 cc, ada beberapa komponen utama yang disebut-sebut menjadikan pembeda kelas di antara keduanya, yakni sistem rem dan suspensi. MegaPro lebih modern dengan menggunakan rem belakang cakram dan mengadopsi suspensi monoshock. Sementara Verza yang posisinya di bawah MegaPro menggunakan rem belakang tromol dan suspensi belakang ganda.

Lantas manakah motor pilihan pembaca?

Dari 1.050 peserta polling, 51 persen memilih Honda CB150 Verza, sedangkan Honda MegaPro memperoleh raihan suara hingga 49 persen. Angka tersebut menandakan ada konsumen yang rela membayar ekstra untuk mendapatkan fitur-fitur yang tidak dimiliki oleh CB150 Verza, yaitu rem belakang cakram dan suspensi monoshock.

Artikel Selanjutnya
Siapakah Calon Raja Hatchback, Toyota Yaris atau Honda Jazz?
Artikel Selanjutnya
Honda CB150 Verza Unggul Tipis Melawan MegaPro