Sukses

Menakar Biaya Servis Mobil Setya Novanto, Habis Berapa?

Liputan6.com, Jakarta - Pasca-kecelakaan yang dialami tersangka kasus e-KTP Setya Novanto, mobil Toyota Fortuner terlihat mengalami kerusakaan pada bagian wajah mobil akibat menyeruduk tiang di kawasan Permata Hijau, Jakarta Selatan.

Nah, melihat kerusakan Toyota Fortuner pada kasus Setya Novanto, Service Manager Plaza Toyota, Parman Suanda menyatakan hal tersebut bisa saja diperbaiki.

 

“Tapi harus dilihat dulu (kerusakannya) nanti diestimasi. Kalau detail ya harus lihat lebih aktual, belum lagi bagian bawahnya yang rusak. Kalau body repair saya tidak bisa estimasi,” ungkap Parman kepada Liputan6.com, Senin (20/11/2017).

Namun jika terjadi kasus kecelakaan mirip dengan Setya Novanto, Parman menyatakan, biasanya proses yang harus dilakukan sebelum perbaikan yaitu melakukan pengecekan bagian fisik.

Menurut Parman, apabila insidennya sama menabrak tiang hingga ringsek bagian depan, diperkirakan kerusakan terjadi pada kap mesin, bumper, dan termasuk gril.

“Selain itu, kemungkinan radiator sama evaporator AC juga bisa kena (rusak),” ucap dia.

Parman memprediksi, perbaikan mobil dengan kerusakan tersebut hingga terlihat rapi kemungkinan dibutuhkan waktu hingga satu bulan.

“Dengan kasus yang sama, itu bisa jadi kurang lebih Rp 30 juta,” tuturnya.

2 dari 2 halaman

Alasan Airbag Mobil Setya Novanto Tidak Mengembang

Terkait kecelakaan yang menimpa tersangka kasus e-KTP, Setya Novanto, hal itu justru membuat model mobil Toyota Fortuner dipertanyakan ketangguhannya.

Salah satu yang dipermasalahkan adalah bagian fitur keamanan airbag atau kantong udara yang terdapat pada mobil hitam berpelat nomor polisi B 1732 ZLO.

Menanggapi hal tersebut, Department Technical Service Division PT Toyota Astra Motor (TAM), Iwan Abdurahman mengatakan, meski Toyota Fortuner yang ditumpangi Setya Novanto lansiran 2012, SUV tersebut pada dasanya telah dijejali beberapa jenis airbag.

“Seperti airbag pengemudi, penumpang depan, lutut, samping, dan lain-lain,” ungkap Iwan kepada Liputan6.com, Jumat (17/11/2017).

Iwan juga menyatakan, kecepatan kendaraan yang menyebabkan airbag mengembang bisa berbeda. Pertama, jenis benda yang ditabrak. Semakin kokoh benda yang ditabrak, kecepatannya bisa semakin rendah

Sementara kedua, karena arah tabrakan. Apabila menabrak saat kondisi miring, dibutuhkan kecepatan yang lebih tinggi dibanding tabrakan frontal. Dengan begitu, airbag akan dapat mengembang.