Sukses

Kali Ini, Mobil Diesel yang Jadi Korban Pemerintah Delhi

Liputan6.com, Delhi - Mahkamah Agung India memerintahkan pelarangan penjualan sementara untuk mobil Diesel ukuran besar di Delhi. Aturan ini dibuat untuk meminimalisir asap yang sangat mengganggu masyarakat.

Melansir Reuters, yang dilarang adalah mobil Diesel dengan kapasitas mesin 2.000 cc atau lebih. Bukan hanya itu, mobil sport juga dilarang di Delhi dan wilayah sekitarnya sampai dengan 31 Maret tahun depan.

Sejak terkuaknya skandal Dieselgate, klaim tentang kebersihan mesin Diesel memang dipertanyakan. Beberapa pihak bahkan percaya bahwa mesin ini justru mengeluarkan emisi lebih banyak.

Bahkan, kantor berita Dailymail pada 2012 lalu menulis bahwa "reputasi Diesel yang dapat menghemat uang pemiliknya telah hancur oleh penelitian yang menunjukkan bahwa mereka justru lebih mahal dibanding mesin bensin."

Pelarangan ini membuat industri otomotif gelisah. Menurut mereka, kebijakan ini dapat mengganggu iklim investasi karena ketidakpastian masa depan. Mereka mengatakan akan segera memikirkan ulang usaha mereka di negara itu.

Salah satunya adalah Mercedes-Benz. Menurut mereka, larangan ini akan sangat berdampak pada banyak hal. "Kami juga harus mempertimbangkan hilangnya pekerjaan di dealer dan vendor terkait," ujar juru bicara Mercy.

Pemerintah India memang serius dalam membersihkan kota dari udara kotor. Beberapa waktu yang lalu, mereka mengeluarkan kebijakan radikal yang membatasi penggunaan mobil pribadi hanya di hari yang telah ditentukan, mulai Januari tahun depan.

Pemerintah Delhi juga berjanji akan meningkatkan jumlah dan kualitas transportasi publik, menutup stasiun pengisian tenaga batubara, serta `menyedot` jalan untuk mengurangi debu yang selama ini mengganggu warga.