Sukses

Aston Martin Tak Lolos Standar Keselamatan AS

Liputan6.com, London - Sportcar terbaru Aston Martin pengganti DB9 rencananya akan diperkenalkan pabrikan Inggris tersebut pada tahun 2016 mendatang. Namun, belum juga dirilis, Aston Martin harus dibuat pusing. Pasalnya, dua roadster andalan mereka sebelumnya justru dicekal di pasar Amerika Serikat. Apa gerangan?

Melansir laman Carscoops, Senin (18/8/2014), pihak NHTSA, selaku otoritas keamanan dan keselamatan baru saja memberlakukan beberapa regulasi baru yang efektif mulai September mendatang. Dalam aturan tersebut, dua model roadster terlaris Aston Martin sebelumnya, yakni DB9 dan Vantage dinilai otoritas tersebut tak memenuhi standar keselamatan andai terjadi kecelakaan.

Menurut NHTSA, material bodi samping milik kedua model tersebut dianggap kurang mumpuni untuk meredam dampak kecelakaan yang berasal dari samping.

Langsung saja, pemberlakuan aturan baru tersebut menuai reaksi negatif dari Aston Martin. Dalam waktu dekat, pihak pabrikan akan mengajukan petisi kepada NHTSA guna membuat pengecualian untuk dua model andalan Aston Martin tersebut.

"Hilangnya DB9 Coupe dan Vantage akan mengurangi laba kotor kami sekitar 25 persen dan membuat angka penjualan para diler turut anjlok," ujar Walker.

Lebih lanjut, Walker mengungkapkan, jika ditambah dengan larangan produksi model konvertibel maka akan mengurangi laba kotor mereka menjadi 40 persen. Hitung-hitungan ini tentu ditakutkan Aston Martin akan membuat diler mereka di AS terancam gulung tikar.

Akibatnya, pihak Aston Martin meminta penangguhan larangan penjualan untuk DB9 hingga Agustus 2016 dan Vantage pada Agustus 2017 mendatang. Kemungkinan besar, Aston Martin akan mempersiapkan suksesor DB9 dan Vantage agar mampu lolos persyaratan teknis keamanan mobil di negeri Paman Sam. (Ysp/Des)

---

Bagi Anda yang ingin mengikuti tes simulasi CAT online, Anda bisa mengaksesnya di Liputan6.com melalui simulasicat.liputan6.com. Selamat mencoba!