Sukses

Eka Tjipta Foundation Dukung SMK Jadi Pusat Keunggulan dan Teaching Factory

Liputan6.com, Jakarta - Sinar Mas, melalui Eka Tjipta Foundation (ETF), mendorong para pendidik untuk meningkatkan kompetensi guna mempersiapkan siswa menjadi berdaya saing. Hal ini mengemuka dalam Seminar SMK sebagai Pusat Keunggulan dan Pengelolaan Teaching Factory yang berlangsung di SMK Strada 1 Jakarta Pusat.

“Kami mengajak para pengelola SMK dan Pendidik untuk berani dan bersemangat membawa sekolah yang mereka pimpin menuju SMK pusat keunggulan, sebagaimana tema utama peringatan 100 tahun Eka Tjipta Widjaja: pantang menyerah. Meningkatkan kemampuan sekolah memberikan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan industri dengan mengelola Teaching Factory," ujar Ketua Umum Eka Tjipta Foundation Hong Tjhin dalam keterangan tertulis, Rabu (21/9/2022).

Dukungan Eka Tjipta Foundation terhadap program pemerintah menciptakan sumber daya manusia yang terampil dan siap memasuki dunia usaha dan dunia industri kerja atau DUDIKA, dilakukan melalui program Revitalisasi SMK sejak tahun 2019 yang terus berlanjut hingga saat ini, dan telah merevitalisasi belasan sekolah.

Seminar menghadirkan para pakar, yakni Wikan Sakarinto yang merupakan pakar pendidikan vokasi dan pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Kemendikbudristek periode 2020-2022.

Dalam paparannya, Wikan menegaskan pentingnya teaching factory guna mendukung SMK agar kompetensi para siswa/i-nya selaras dengan kebutuhan industri sehingga dapat meningkatkan keterserapan lulusannya dan teaching factory tidak sebatas meningkatkan hardskill namun juga mengasah softskill.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Revitalisasi SMK

Selain itu, hadir pula Wahyo Nursanto, Direktur ATMI – IGI Centre, sebuah politeknik yang dikenal mumpuni dalam menjalankan dual system dalam pendidikan vokasi, dan CEO Indonesian School of Entrepreneurship, Jonathan Gultom yang berbagi seputar bagaimana melakukan inovasi terhadap produk-produk yang dimiliki SMK sekaligus bagaimana menyusun rencana pemasaran hingga pembukuannya.

Program SMK sebagai Pusat Keunggulan (SMK PK), hadir sebagai kelanjutan dari program Revitalisasi SMK, dengan fokus pada pengembangan SDM agar memiliki paradigma baru tentang manajemen pendidikan vokasi. Tujuannya, memastikan para pengelola sekolah bisa memimpin perubahan, memiliki kapasitas untuk bekerjasama dengan DUDIKA, berikut mampu mengembangkan dan mengatur road map pengembangan SMK PK.

Peningkatan dilakukan pula pada konsep pembelajaran sehingga lebih berorientasi pada produksi dan bisnis atau dikenal sebagai program teaching factory. Suasana industri dibawa ke model pembelajaran di sekolah sehingga siswa dapat menghasilkan produk berkualitas, kompetensi lulusannya semakin relevan dengan kebutuhan industri/jasa, yang bermuara pada penguatan daya saing tenaga kerja dan industri Indonesia.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS