Sukses

Mari Ketahui Ciri hingga Solusi Mengatasi Penuaan Dini

Liputan6.com, Jakarta Kondisi kulit wajah tentu akan mengalami perubahan seiring berjalannya waktu. Saat ini mungkin kulit terasa lebih mulus, kencang, dan kenyal.

Bisa jadi beberapa waktu ke depan kerutan hingga flek-flek hitam mulai muncul. Selain itu, ada pula tanda lainnya yang menunjukkan bahwa kulit mengalami penuaan dini.

Terlepas usia, penuaan dini memang bisa saja terjadi. Oleh karena itu, untuk mengetahui dan mengatasinya Anda harus menjaga kesehatan kulit sebaik mungkin.

Sementara terkait faktor internal dan eksternal, penuaan kulit merupakan proses biologis kompleks yang akan menyebabkan perubahan pada kulit. Bagi sebagian orang, penuaan kulit adalah mimpi buruk.

Di samping itu, menurut informasi, saat ini orang-orang yang berusia 30-an sudah berkecimpung dengan masalah penuaan ini.

Alhasil mereka pun secara aktif mencari solusi hingga berupaya menghilangkan kerutan tersebut agar terlihat awet muda.

 

 

2 dari 3 halaman

Ciri dan Penyebab Penuaan Dini

Sebelum mencari tahu apa saja solusi yang bisa dilakukan, Anda perlu tahu terlebih dahulu ciri-ciri hingga penyebab penuaan dini bisa terjadi.

Salah satu Dermatologis Kosmetik Selebriti sekaligus Pendiri Klinik Kosmoderma di Bengaluru Chytra V Anand menjelaskan bahwa penuaan itu adalah hal yang wajar.

“Penuaan itu wajar, tetapi penuaan dini tidak. Penuaan dini ditandai dengan garis-garis halus, pigmentasi, hilangnya vitalitas dan elastisitas serta kelemahan kulit. Seiring bertambahnya usia, matriks ekstraseluler kulit (yang merupakan lem kulit) mulai melemah dengan hilangnya kolagen, elastin, dan asam hialuronat,” jelasnya seperti melansir laman Hindustan Times, Selasa (18/01/2022).

Di samping itu, seorang Managing Director dan Integrative Aesthetic and Skin Physician di Isya Aesthetic yang berlokasi di New Delhi Kiran Sethi Lohia juga menambahkan, penuaan dini bisa dipengaruhi beberapa faktor.

“Karena polusi, stres, diet atau makanan yang terkontaminasi dan tidak sehat serta cahaya biru dari layar kita, kita menua lebih cepat dari sebelumnya,” jelasnya.

 

 

3 dari 3 halaman

Solusi

Terkait hal tersebut, seorang Dermatologis Kosmetik Selebriti dari Mumbai Jaishree Sharad mengungkapkan bahwa saat ini orang beramai-ramai pergi untuk perawatan ke dokter kecantikan demi mencegah penuaan.

“Tidak seperti 10 tahun yang lalu ketika orang mempertimbangkan untuk mengunjungi dokter kulit kosmetik atau dokter kecantikan hanya di usia 40-an dan 50-an, hari ini wanita dan pria yang masih berusia sekitar 35 tahun secara aktif mengunjungi kami dan mencari bantuan untuk mengatasi penuaan dini atau menunda timbulnya penuaan,” terangnya.

Lebih lanjut dia menambahkan, “Terjadi peningkatan kesadaran, kesadaran tentang solusi pencegahan dan paparan yang lebih besar terhadap tren global adalah faktor yang memicu tren ini.”

Oleh sebab itu, Sharad akhirnya membagikan solusi atas permasalahan penuaan dini tersebut. “Prosedur peremajaan kulit, pelapisan ulang kulit dengan laser, prosedur pengelupasan kulit tingkat lanjut dan injeksi berbasis asam hialuronat, seperti Profhilo semakin disukai oleh orang-orang untuk menunda timbulnya tanda-tanda penuaan,” jelasnya.

Perawatan seperti Profhilo, katanya, dapat membantu penuaan dini. “Secara ilmiah, kolagen akan berkurang lebih banyak ketika memasuki usia 25 tahun ke atas dan orang-orang sadar akan hal ini karena dapat melihat perubahan itu pada kulitnya. Oleh sebab itu, lakukan terapi anti penuaan mulai lebih awal,” Sharad menjelaskan.

Akan tetapi, Anand mengatakan ada cara sederhana lainnya yang bisa dilakukan untuk mengatasi permasalahan ini.

Dia mengatakan,"Menerapkan prosedur perawatan kulit dengan mengisi kembali elemen penghubung yang hilang ini adalah cara utama untuk mencegah penuaan."

Seiring hal itu, lanjutnya, "Lakukan perawatan kulit harian yang tepat untuk membersihkan, melembabkan, mengoleskan tabir surya dan menggunakan produk perawatan kulit yang sesuai dengan jenis kulit Anda sangat penting untuk menjaga kulit tetap awet muda. Selain itu, Anda juga perlu mengonsumsi makanan kaya antioksidan yang sehat dan minum air yang cukup setiap hari.”

 

Reporter: Aprilia Wahyu Melati