Sukses

Apa Itu Diet Pescatarian? Kenali Lebih Dalam Definisi dan Manfaatnya

Liputan6.com, Jakarta Berbagai macam diet sudah banyak ditemukan hari-hari ini, Anda dapat memilihnya sesuai kebutuhan dan selera yang diinginkan. Namun, bagaimana dengan pescatarian? Apakah diet tersebut sama dengan vegetarian?

Melansir dari Healthline, Senin (25/10/2021), pescatarian merupakan diet yang menambahkan makanan-makanan boga bahari (seafood) ke dalam diet vegetarian.

Hampir serupa dengan diet vegan pada umumnya, tetapi perbedaannya terletak dari adanya konsumsi makanan laut, seperti ikan.

Beberapa orang memilih untuk mencampur ikan ke dalam diet untuk mendapatkan keseimbangan dari kesehatan demi menjaga jantung.

Mencampur makanan laut dengan nabati akan membuat tubuh lebih seimbang dibandingkan hanya mengonsumsi nabati.

Bagi orang-orang yang sedang mencoba untuk mengontrol pola makan akibat dampak lingkungan, diet pescatarian dapat menjadi salah satu pola makan yang dapat direkomendasikan. Gaya hidup ini bukanlah sekedar masalah selera.

 

 

2 dari 3 halaman

Kemunculan Tren Diet

Awal mula muncul tren dari diet ini sudah ada sejak awal 1990-an dan menjadi kombinasi dari bahasa Italia, yaitu pesce (ikan) dan vegetarian. Oleh karena itu, penyebutan umum hingga sekarang disebut sebagai percetarian

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, diet yang dijalankan ini dapat digambarkan sebagai pesco-vegetarian, yaitu diet yang masuk dalam kelompok vegetarianisme. Pola makan yang berfokus pada sayur dan buah-buahan.

Makanan yang biasanya dikonsumsi sebagian besar antara lain biji-bijian, kacang-kacangan, lemak sehat, sayuran, tidak mengonsumsi produk kemasan. Lalu, terakhir menambahkan makanan laut sebagai sumber protein utama.

Sama seperti vegetarian, diet pescatarian bisa memungkinkan Anda untuk makan susu dan telur. Jenis makanan yang dikonsumsi dapat beragam, hanya saja tetap pada batasan untuk tidak mengonsumsi daging yang diolah, junk food, stik ikan.

 

 

3 dari 3 halaman

Manfaat Diet

Keuntungan yang didapatkan dari menerapkan diet tersebut dibuktikan melalui pola makan nabari, termasuk terhindar dari risiko obesitas dan penyakit kronis, seperti penyakit jantung dan diabetes.

Menurut penelitian Oxford yang berjudul Weight Gain Over 5 years in 21,966 Meat-Eating, Fish-Eating, Vegetarian, and Vegan Men and Women in EPIC, ada banyak manfaat dan perlindungan yang dapat diperoleh.

Hasil penemuan tersebut mengatakan dampak diet bagi perempuan mengakibatkan penurunan berat badan sebesar 2,5 pon (1,1 kg) setiap tahunnya, dibandingkan dengan wanita yang gemar makan daging.

Untuk mengubah pola makan yang berbasis sayur-sayuran, dapat menambah bobot badan lebih sedikit. Tidak hanya itu, penelitian juga menunjukan mengurangi konsumsi hewani dapat baik untuk kesehatan untuk pola makan apapun.

Studi lain dari jurnal National Library of Medicine yang berjudul Type of Vegetarian Diet, Body Weight, and Prevalence of Type 2 Diabetes, menemukan bahwa pecatarian memiliki risiko lebih rendah terkena diabetes yaitu 4,8 persen, dibandingkan omnivora (pemakan segala) sebesar 7,6 persen.

Penelitian pendukung lainnya mengamati orang yang jarang memakan daging, memiliki risiko kematian akibat jantung 22 persen lebih rendah, daripada pemakan daging biasa.

Melalui penelitian yang ditemukan, tiga peneliti dari jurnal yang berbeda menyimpulkan hal yang sama bahwa mengonsumsi daging hewani terlalu sering dan banyak dapat mengakibatkan penyakit jantung dan diabetes yang lebih tinggi.

Reporter: Caroline Saskia

Sumber: https://www.healthline.com/nutrition/pescatarian-diet#TOC_TITLE_HDR_4