Sukses

Askrindo Salurkan Bantuan ke Korban banjir di Muara Gembong

Liputan6.com, Jakarta - PT Asuransi Kredit Indonesia atau Askrindo menyalurkan bantuan berupa barang kebutuhan pokok seperti beras dan makanan juga memberikan trauma healing kepada korban banjir di Muara Gembong Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Kepala PKBL Askrindo Nur Aini yang didampingi Dewa Agung Rudi selaku Kepala PKBL Indonesia Finansial Group (IFG) mengatakan bantuan yang disalurkan itu sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab perusahaan terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam.

Direktur Kepatuhan dan SDM Askrindo Kun Wahyu Wardana menyampaikan kegiatan ini merupakan program Askrindo Peduli. "Kami berharap bantuan yang serahkan, bisa meringankan beban para korban,” ujarnya, Kamis (4/3/2021).

Secara simbolis, bantuan untuk korban bencana banjir diserahkan oleh Rombongan dari Askrindo, IFG dan PAUD Institute di Muara gembong, selain itu rombongan juga mengunjungi PAUD Tiara Bahagia yang rusak akibat banjir.

"Kami juga menghibur anak-anak korban bencana banjir dengan mengajak bermain sulap, mendongeng dan bernyanyi untuk memberikan trauma healing dan mengembalikan kegembiraan anak-anak, "tambah Kun Wahyu.

Direktur PAUD Institute Dhanang Sasongko mengapresiasi kepedulian Askrindo bagi korban bencana alam yang membutuhkan uluran tangan berbagai pihak dimasa yang sangat sulit ini akibat pandemi Covid-19.

**Ibadah Ramadan makin khusyuk dengan ayat-ayat ini.

2 dari 3 halaman

Hingga Januari 2021, Askrindo beri Penjaminan Kredit UMKM Rp 466 Triliun

Direktur Utama PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) Dedi Sunardi mengatakan, hingga Januari 2021, Askrindo telah mencatatkan penjaminan senilai Rp 466 triliun kepada 23,2 juta UMKM.

Penjaminan kredit ini terbagi antara 2 plafon, yaitu Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan KMK PEN.

"Jadi hingga Januari 2021, total yang kami jamin itu sebanyak Rp 455 triliun kepada 22,8 juta nasabah itu untuk KUR," jelas Dedi dalam webinar Infobank, Jumat (26/2/2021).

Segmen ini, lanjut Dedi, menyerap 43,2 juta tenaga kerja. Sementara di KMK PEN, penjaminannya masih berjumlah Rp 10,7 triliun kepada 444,3 ribu UMKM.

"Karena ini baru 6 bulan, baru mencapai 444 ribu UMKM. Mudah-mudahan di tahun-tahun depan, kita koordinasi dengan rekan Himbara, difasilitasi Kemenko Perekonomian, untuk mengakselerasi pertumbuhan PEN ini," ujarnya.

Untuk KUR, per Januari 2021 ini, sektor UMKM yang masih mendominasi ialah perdagangan (44,5 persen), pertanian dan kehutana (29,7 persen), dan industri kecil (9,7 persen).

Sementara untuk KMK PEN, sektor UMKM yang mendominasi ialah perdagangan (71,6 persen), industri jasa (8,8 persen) dan industri kecil (8 persen).

"Askrindo akan selalu ada menjamin para pelaku UMKM sehingga kesulitan akses permodalan dapat kami ambil sedikit risikonya menjadi risiko kami," ujar Dedi.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: