Sukses

4 Cara agar Lebih Bahagia

Liputan6.com, Jakarta Membentuk kebiasaan baru itu sulit,  Anda harus memutuskan bahwa itu cukup penting dan kemudian menemukan waktu dalam hari Anda.

Dibutuhkan disiplin, tetapi orang meluangkan waktu untuk hal-hal yang penting dan membuat lebih bagia adalah hal yang penting juga.

Kebahagiaan bisa dipelajari, berikut adalah 4 strategi yang bisa membantu lebih bahagia. Semua berdasarkan pada ilmu psikologi, melansir laman Business Insider, Kamis (9/4/2020).

1. Pisahkan berbagai hal 

Pisahkan segala sesuatu yang  disukai - “Game of Thrones,” Cheetos, lagu Lizzo yang baru. Setiap kali Anda melakukan sesuatu, bisa menyela dulu dengan menikmati yang disukai baru kemudian kembali lagi mengerjakan yang lain.

Dengan demikian ini  bisa meningkatkan kebahagiaan. Kedengarannya aneh, tetapi penelitian mengonfirmasi hal itu.

2. Perlakukan setiap hari adalah hari terakhir

Dengan membayangkan bahwa kehidupan saat ini akan lenyap dapat sangat meningkatkan penghargaan Anda terhadap hidup.

Ini menempatkan semuanya dalam perspektif. Hal-hal baik dalam hidup mulai bermunculan di depan, karena sekarang khawatir kehilangannya.

 

 

2 dari 2 halaman

3. Belajarlah untuk lebih menikmati

Menikmati adalah tindakan melangkah keluar dari pengalaman untuk meninjau dan memberi penghargaan. Latihan ini juga memaksa otak untuk menikmati pengalaman lebih lama.

Penelitian menunjukkan menghidupkan kembali kenangan bahagia dapat membuat emosi positif bertahan hingga sebulan. Juga, untuk benar-benar meningkatkan pengalaman, bagikan dengan orang lain.

4. Lakukan Kebaikan

Tindakan kebaikan yang dilakukan secara acak bisa benar-benar mempromosikan rasa bahagia bagi diri sendiri. Sangat mudah dan banyak cara untuk menemukan tindakan baik.

Misalkan dengan membantu seseorang menyeberang jalan atau membantu nenek membawakan tas bisa membuat hati lebih senang.

Tips lain, coba beli kopi untuk orang asing. Penelitian menunjukkan uang yang dihabiskan untuk orang lain dapat membuat lebih bahagia. Dan ini tampaknya benar di berbagai budaya dan di seluruh dunia.

Reporter : Tiara Sekarini