7 Kunci Pernikahan yang Bahagia, Termasuk Punya Waktu untuk Diri Sendiri

Dalam pernikahan, memiliki waktu untuk diri sendiri sama pentingnya saat menyempatkan waktu berdua bersama pasangan.

Diterbitkan 18 April 2026, 19:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pernikahan yang bahagia tidak cuma bermodalkan cinta. Perlu upaya dari suami dan istri setiap hari agar hubungan bisa kuat dan kokoh.

Berikut beberapa kunci penting yang bisa dijaga untuk membuat pernikahan tetap harmonis seperti mengutip dari laman University of Rochester Medicine, Amerika Serikat, Sabtu (18/4/2026),

Komunikasi yang Jujur dan Terbuka

Berbicara dengan pasangan adalah salah satu cara terbaik menjaga hubungan tetap sehat. Sampaikan apa yang dirasakan dengan jujur tapi tetap dengan cara yang baik dan penuh respek.

Komunikasi yang baik juga berarti Anda mau mendengarkan dan berusaha memahami kebutuhan pasangan. Jangan hanya berbicara soal urusan rumah tangga seperti tagihan atau anak, tapi juga bagikan pikiran dan perasaan.

Ungkapkan Terima Kasih ke Pasangan

Memang ia tulus mencintai Anda tapi bukan berarti bertindak seenaknya. Seseorang yang mencintai berarti menghargai pasangan, hubungan, dan kehidupan yang dijalani bersama.

Tunjukkan rasa terima kasih, termasuk ketika pasangan memasak, menemani anak belajar, hingga berbelanja kebutuhan rumah.

Kencan Berdua

Luangkan waktu berdua di tengah kesibukan pekerjaan dan sebagai orangtua karena romantisme bisa saja memudar. Karena itu, penting untuk tetap menjadwalkan waktu khusus berdua, entah dengan pergi keluar atau sekadar menikmati waktu bersama di rumah.

Jika punya anak, sesekali beri ruang agar kalian bisa benar-benar fokus satu sama lain.

Punya Waktu untuk Diri Sendiri

Waktu sendiri sama pentingnya dengan waktu bersama pasangan. Setiap orang butuh ruang untuk mengisi ulang energi, berpikir, dan menikmati minat pribadi. Hal ini sering terabaikan setelah menikah, apalagi jika sudah memiliki anak. Sempatkan untuk bertemu teman, mengikuti kelas, atau melakukan aktivitas yang membuat diri berkembang. Saat kembali bersama pasangan, hubungan justru bisa terasa lebih segar.

 

Berbeda itu Wajar

Pahami bahwa perbedaan itu wajar. Tidak mungkin selalu sepakat dalam segala hal. Terpenting saling menghormati saat berbeda pendapat.

Dengarkan sudut pandang pasangan, hindari emosi berlebihan, dan beri waktu untuk menenangkan diri jika diperlukan. Setelah itu, bicarakan kembali dengan kepala dingin dan cari jalan tengah.

Bangun Kepercayaan

Sikap seperti terus melemparkan kritik, meremehkan, defensif, atau mendiamkan pasangan bisa menjadi ancaman serius dalam pernikahan. Semakin sering hal ini terjadi, semakin besar risiko hubungan retak. Pasangan yang mampu bertahan biasanya bisa berdebat tanpa menyakiti, mau bertanggung jawab atas kesalahan, dan berusaha memperbaiki hubungan setelah konflik.

Belajar Memaafkan

Setiap orang pasti pernah berbuat salah. Ada kalanya pasangan menyakiti atau mengecewakan, bahkan memicu kemarahan. Namun penting untuk mengelola perasaan itu, melepaskannya, dan melangkah ke depan. Hindari terus-menerus mengungkit masa lalu.

Â