Sukses

Berapa Lama Anda Harus Bekerja Dalam Sepekan? Cek di Sini

Liputan6.com, Jakarta - Kedisiplinan kerja yang tinggi, membuat pegawai atau atasan seringkali menghabiskan lebih banyak waktu untuk bekerja dibandingkan untuk memperhatikan kehidupan pribadinya. Agar kehidupan profesional dan pribadi tetap seimbang, Anda harus memhami lama waktu bekerja di kantor selama sepekan.

Melihat kondisi di banyak perusahaan, tak ada pengusaha yang ingin jam kerja pegawainya berkurang mengingat dirinya yang selalu bekerja keras. Faktanya, kebanyakan pengusaha bekerja dengan jumlah jam kerja luar biasa, sekitar lebih dari 60 jam per minggu.

Mengutip laman Inc.com, Rabu (13/11/2019), bahkan saat para pengusaha sedang tidak berada di kantor, pikirannya tetap terpusat pada bisnis yang tengah digarap. Bekerja keras memang kunci kesuksesan bagi setiap pengusaha, tapi tak berarti Anda harus bekerja dengan jumlah jam kerja yang terlalu banyak.

Sejumlah penelitian yang digelar sejumlah perusahaan riset asal Inggris membuktikan, tak ada pengusaha yang dapat bekerja efektif di atas 40 jam per minggu. Faktanya, masih banyak pegawai yang bekerja 52 jam per minggu, lebih lama dari standar jadwal kerja pegawai pada umumnya.

Faktanya, bekerja lebih dari 40 jam per minggu ternyata tidak akan efektif dan bermanfaat bagi sebagian orang.

"Anda akan lebih produktif selama bekerja kurang dari 40 jam per minggu. Alasannya, setelah bekerja full delapan jam per hari, Anda akan mulai merasa lelah dan jenuh," ungkap pengamat karir Sara Robinson.

 

2 dari 3 halaman

Jenuh

Menurut Sara, jika dipaksakan bekerja di atas 40 jam per hari, para pengusaha akan mulai kelelahan dan jenuh. Butuh waktu berminggu-minggu untuk mengatasi pelemahan kondisi pengusaha.

Untuk bisa bekerja efektif 40 jam per minggu, pastikan Anda lebih produktif bekerja di pagi hari, jangan tidur siang dan jangan lupa konsumsi makanan favorit Anda. Jadi, sudah siap bekerja 40 jam per hari? Silahkan selamatkan usaha Anda dengan bekerja produktif dan mematuhi jam kerja efektif yang seharusnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Mengenal Istilah Lovebombing, Apa Itu?
Artikel Selanjutnya
5 Gelaja Pada Bayi yang Harus Diwaspadai Orangtua