Sukses

Studi: Banyak Pegawai Lebih Pilih Waktu Cuti Ditambah Daripada Naik Gaji

Liputan6.com, Jakarta Apakah Anda termasuk ke dalam golongan pegawai yang kerap bekerja keras hingga lupa untuk bersenang-senang dengan orang terdekat?

Kondisi ini ternyata membuat lebih banyak pegawai yang berharap lebih banyak waktu berlibur dibandingkan kenaikan gaji dari perusahaan.

Melansir studyfinds.org, Minggu (10/11/2019): sebuah studi dari agen ketenagakerjaan ternama asal Amerika Serikat, Spherion Staffing Services, menunjukkan bahwa sebanyak 70 persen pegawai memandang waktu libur sebagai hak yang paling mendasar.

Sebanya 41 persen dari seluruh responden mengatakan, mereka lebih memilih diberikan tambahan waktu cuti untuk berlibur dibandingkan kenaikan gaji.

Sementara hampir 40 persen dari para responden yakin bahwa waktu cuti dari perusahaan lebih penting dalam bersaing di industri tertentu.

Pasalnya, waktu cuti berlibur yang diberikan perusahaan berkaitan erat dengan kepuasan kerja pegawai. Dan kepuasan tersebut memliki dampak tinggi pada produktivitas karyawan dalam bekerja dan bermuara pada laba perusahaan.

 

2 dari 2 halaman

Lainnya

Lebih dari itu, sebanyak 30 persen dari responden bahkan mengaku merasa bersalah jika mengambil cuti berlibur. Sementara 42 persen merasa jika mereka absen, hal tersebut dapat mengganggu performa tim secara keseluruhan. Hal tersebut membuat banyak pegawai tidak dapat menikmati masa cuti atau liburnya.

"Bagi perusahaan yang tidak dapat menawarkan kenaikkan gaji secara berkala, waktu cuti ekstra atau fleksibilitas karyawan untuk absen tanpa memikirkan pekerjaan, dapat membangun persepsi positif karyawan pada tempatnya bekerja," terang Presiden Divisi Spherion Sandy Mazur.

Sekadar informasi, Spherion Staffing Services menggelar survei pada sebanyak 2.062 pegawai dewasa, termasuk di dalamnya 733 manager sumber daya manusia. Survei tersebut bertujuan mengetahui sikap para pegawai mengenai cuti dan berlibur sebagai haknya.

Loading
Artikel Selanjutnya
Mengenal Istilah Lovebombing, Apa Itu?
Artikel Selanjutnya
5 Gelaja Pada Bayi yang Harus Diwaspadai Orangtua