Sukses

Teh Ninih, Istri dan Pendakwah

Liputan6.com, Bandung: Ummu Ghaida Mutmainnah tak kalah sibuk dari suaminya Kiai Haji Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym. Selain sebagai istri, perempuan kelahiran Ciamis, Jawa Barat, ini juga aktif sebagai pendakwah. "Saya sedang belajar agar tidak saja bermanfaat bagi diri dan keluarga tapi juga sebagai orang yang berguna bagi masyarakat," kata dia kepada SCTV di rumahnya di kawasan Geger Kalong, Bandung, Jabar, baru-baru ini. Saat itu, ibu tujuh anak ini sedang mempersiapkan berbagai kebutuhan untuk berbuka puasa bersama keluarganya.

Agar kesibukannya sebagai istri tidak bentrok dengan acara siar agama, perempuan berusia 37 tahun ini harus dibantu seorang sekretaris. Dengan demikian dia bisa membagi waktunya untuk menghadiri berbagai undangan, menerima tamu, menjadi mubaligah, dan mengikuti berbagai aktivitas lain. Tak jarang, Teh Ninih membantu suaminya mempersiapkan bahan-bahan materi dakwah. Bahan-bahan ini diambil dari buku-buku Islam hingga internet.

Perempuan berkerudung itu selalu meluangkan waktu untuk membimbing anak-anaknya, seperti mengajar mengaji dan mengawasi belajar. Dia juga mengaku sering dihujani pertanyaan oleh anak-anaknya, khususnya tentang kehadiran suaminya. Anak-anaknya mengeluhkan sang ayah yang jarang di rumah khususnya pada Ramadan. "Kita jelaskan bahwa Bapak [Aa Gym] tidak hanya milik kita, tapi milik umum," kata perempuan bersuara lembut ini.

Di tengah kesibukan, Teh Ninih masih menyempatkan diri untuk belajar bahasa Inggris dengan mendatangkan seorang guru les privat perempuan yang tunanetra. Alumnus Institut Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan Bandung jurusan matematika ini juga mendapatkan pelajaran membaca puisi bahasa Inggris.

Dia juga tidak segan berdiskusi tentang berbagai hal khususnya yang berkaitan dengan agama Islam dengan para mahasiswi dalam wadah keluarga mahasiswa Daarut Tauhid. Maklum, Teh Ninih secara rutin mengisi acara siar Islam melalui radio MQ FM. Melalui radio yang didirikan Aa Gym ini, Teh Ninih mengaku lebih leluasa menyapa masyarakat yang ingin berkomunikasi dengannya kendati hanya melalui udara.(TNA/Patria dan Taufik Hidayat)