Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memilih penyelesaian melalui dialog dan musyawarah dalam kasus yang melibatkan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan pekerja proyek di kawasan Kolam Renang Bulungan, Jakarta Selatan.
Pramono mengatakan, dirinya telah meminta agar persoalan tersebut diselesaikan secara kekeluargaan setelah menerima laporan dari Kepala Satpol PP DKI Jakarta.
“Kemarin ketika mendapatkan laporan dari Kasatpol PP mengenai apakah ini ditindaklanjuti hukum atau bagaimana, saya bilang udahlah, didialogkan, dimusyawarahkan,” kata Pramono usai meninjau Embung Kebagusan, Jakarta Selatan, Selasa (13/10/2026).
Advertisement
Menurut Pramono, penyelesaian secara kekeluargaan diharapkan dapat menjaga hubungan baik dengan masyarakat. Dia menegaskan, penertiban tetap penting untuk menjaga ketertiban umum, tetapi tidak boleh menghilangkan semangat kebersamaan.
“Akhirnya tidak diproses secara hukum, sehingga dengan demikian, sekali lagi penertiban ataupun ketertiban itu menjadi penting, tetapi juga kita tidak boleh kehilangan apa ya, silaturahmi, kebersamaan, dan sebagainya dan sebagainya,” jelas dia.
Pramono menjelaskan, peristiwa di Bulungan berkaitan dengan penertiban yang dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta terhadap sejumlah pelanggaran di lapangan. Menurut dia, insiden tersebut perlu dilihat secara utuh agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
“Termasuk kemarin ketika peristiwa yang terjadi di Bulungan antara Satpol PP dengan orang yang dianggap berjualan, sebenarnya nggak ada hubungan sama sekali dengan orang yang berjualan tadi. Tapi, memang pada waktu itu Dinas Perhubungan sedang melakukan penertiban,” ujarnya.
Pramono menegaskan, Pemprov DKI Jakarta mendukung penertiban untuk menjaga ketertiban umum. Meski demikian, dia membuka ruang penyelesaian melalui dialog apabila muncul persoalan di lapangan.
Kronologi Bentrokan di Bulungan
Sebelumnya, seorang petugas Satpol PP DKI Jakarta mengalami luka-luka hingga harus mendapatkan penanganan medis setelah bentrok dengan pekerja proyek di Jakarta Selatan. Petugas tersebut diduga dipukul dan dihantam menggunakan helm hingga mengalami luka yang membutuhkan enam jahitan.
Pramono menjelaskan, bentrokan itu bukan dipicu penertiban pedagang nasi yang biasa berjualan untuk pekerja proyek, sebagaimana narasi yang sebelumnya beredar dalam video di media sosial. Menurut dia, insiden bermula dari operasi penertiban yang dilakukan petugas Dishub.
“Mereka bukan seperti yang digambarkan melakukan penertiban terhadap pedagang atau pun ibu yang biasa berjualan di sana. Ini rentetannya adalah penertiban yang dilakukan oleh Dishub sehingga tidak ada kaitannya dengan itu,” ucap Pramono.
Dia menyampaikan, petugas awalnya menertibkan pedagang kaki lima (PKL) dan kendaraan yang parkir sembarangan. Operasi kemudian berlanjut ke area Kolam Renang Bulungan, tempat petugas melakukan operasi cabut pentil (OCP).
Situasi memanas setelah sejumlah pekerja proyek diduga memprovokasi petugas hingga terjadi bentrokan. Petugas Dishub sempat mundur untuk menghindari keributan. Namun, sejumlah orang disebut mengejar dan melakukan kekerasan terhadap petugas, termasuk anggota Satpol PP yang dipukul menggunakan helm hingga mengalami luka-luka.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357131/original/047451800_1790234905-BSU_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306335/original/075578900_1784874762-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-24T133156.067.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372199/original/025007600_1791871347-HOAX__33_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372384/original/088941600_1791878335-cek_fakta_BSU_Oktober_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371800/original/095149600_1791807504-Tugas__56_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366566/original/085311100_1791271498-email-attachment_2026_10_06_deviraprastiwi-at-klyid_kesiapsiagaan-bencana-di-jakarta-pramono-siapkan-tambahan-personel_IMG_4607.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2123770/original/091966200_1524724488-20180426-Anies-Baswedan-Pimpin-Upacara-HUT-Satpol-PP-ARYA-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4059016/original/028512500_1655779529-pexels-anete-lusina-5723263.jpg)