Sukses

Gelombang Laut Tinggi, 5.600 Nelayan di Malang Tak Melaut Sebulan

Cuaca buruk memaksa sekitar 5.600 nelayan Sendang Biru, Kabupaten Malang, Jawa Timur berhenti melaut. Imbasnya, para nelayan sementara ini banyak yang bekerja sebagai petani dan kuli bangunan untuk menyambung hidup.
 
"Gelombang laut tingginya bisa lebih dari 3 meter, tak memungkinkan bagi nelayan untuk melaut. Selain mengancam keselamatan, ikan juga susah didapat. Nelayan sudah sejak Desember 2013 berhenti melaut," kata Ketua Kelompok Nelayan Rukun Jaya, Umar Hasan saat dikonfirmasi di Malang, Jawa Timur, Kamis (16/1/2014).
 
Jika tetap dipaksakan melaut, kata Umar, bisa dipastikan nelayan malah merugi. Hasan mengaku pernah mengeluarkan Rp 10 juta untuk biaya operasional sementara pendapatannya hanya Rp 5 juta. Hal itu disebabkan ikan sulit didapat, biasanya mampu menghasilkan 1 ton sampai 5 ton ikan sekali melaut, kini maksimal hanya mendapat 3 kuintal ikan.
 
Sulitnya mendapat ikan membuat harga ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Sendang Biru melonjak naik. Harga ikan cakalang biasanya Rp 15 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp 20 ribu per kilogram. Ikan tuna dari biasanya Rp 16 ribu per kilogram sekarang naik menjadi Rp 27 ribu per kilogram.
 
"Kondisi ini mungkin akan kembali normal saat Maret nanti. Sementara ini ya bertahan hidup dengan bekerja di kebun atau jadi kuli bangunan," tandas Umar.
 
Cuaca buruk disertai angin kencang dan gelombang laut tinggi masih berpotensi terjadi di sebagian besar daerah di Jawa Timur selama sepekan ke depan. Hal itu berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Karangploso, Malang Jawa Timur.
 
"Ada daerah tekanan rendah di Samudera Hindia di sebelah tenggara. Akibatnya, seminggu ke depan akan ada angin kencang dan gelombang laut tinggi," kata Staf Analisa dan Observasi BMKG Karangploso, Rahmatullah Aji.
 
Potensi kekuatan angin bisa mencapai 40 kilometer per jam, dengan arah angin dari barat daya-barat laut. Sementara tinggi gelombang laut bisa mencapai 4 meter hingga 5 meter. "Cuaca ini diperkirakan selama seminggu, setelah itu akan normal sebagaimana musim hujan umumnya," tandas Aji. (Rmn/Mut)

Baca juga:
Gelombang Tinggi, Feri Terempas di Dermaga Ambon
Cuaca Buruk, Truk Sembako Tertahan di Pelabuhan Kupang
Mayat Perempuan Ditemukan di Pelabuhan Parepare

Live Streaming EMTEK GOES TO CAMPUS 2018 di Surabaya

Tutup Video