Sukses

Lima Ledakan Bom Mengguncang Jakarta pada 2003

Liputan6.com, Jakarta: Lima peristiwa ledakan bom mengguncang Ibu Kota dalam rentang awal tahun hingga Agustus 2003. Dari kelima insiden ini, baru satu kasus yang terungkap, yakni Kasus Bom Mabes Polri yang melibatkan mantan anggota Polri. Dalam peristiwa pada Februari silam itu, ledakan bom menghancurkan sisi samping dan pintu masuk Gedung Bhayangkari yang berada di Kompleks Mabes Polri. Peristiwa ini sangat mengejutkan mengingat lokasi ledakan berada di kompleks atau di lingkungan markas polisi. Hebatnya, dalam waktu singkat, tim penyidik menemukan dan menangkap tersangka peledakan, yakni Ajun Komisaris Polisi Anang Sumpena, yang tengah menjalani proses pemecatan dari keanggotaan Polri. Tindakan itu dilakukan tersangka karena kecewa dengan pemecatan dirinya yang diketahui sebagai pecandu narkotika [baca: Tersangka Bom Wisma Bhayangkari Diserahkan ke Kejati].

Dua bulan berselang, sebuah ledakan bom kembali mengguncang Jakarta. Peristiwa itu terjadi di belakang Kantor Perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat. Untungnya, tak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut. Tim penyidik menyatakan bom tersebut termasuk berkekuatan rendah atau low explosive [baca: Bom Meledak di Jalan Wahid Hasyim].

Pada 27 April 2003, sebuah bom juga meledak dan mengakibatkan ruang tunggu di Terminal E dan F Bandar Udara Soekarno-Hatta berantakan. Dalam kejadian ini, tujuh orang menderita luka-luka, termasuk seorang bayi di bawah lima tahun. Setelah diselidiki, polisi menangkap dua orang yang diduga kuat mengetahui peristiwa ini. Bahkan, tim penyidik Mabes Polri sempat mengedarkan sejumlah sketsa wajah pelaku pengeboman [baca: Sketsa Wajah Pengebom Bandara Soekarno-Hatta Dipublikasikan].

Dua pekan menjelang digelarnya Sidang Tahunan MPR, sebuah bom meledak di sisi utara Kompleks Gedung DPR/MPR Jakarta [baca: Gedung DPR/MPR Diguncang Ledakan]. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun, bagian luar bangunan Gedung Dewan rusak. Kepala Polri Jenderal Da`i Bachtiar--yang sempat mengunjungi lokasi kejadian--menyatakan, ada kesamaan materiil dan sistem dengan bom yang meledak di dekat Gedung PBB dan di Bandara Soekarno-Hatta. Kendati begitu, hingga kini polisi belum berhasil mengungkap kasus ini [baca: Bom DPR/MPR Mirip Bom Dekat Gedung PBB].

Untuk mengantisipasi kasus pengeboman terulang lagi, Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Panglima Kodam Jaya Mayor Jenderal TNI Joko Santoso dan Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Makbul Padmanegara meninjau beberapa obyek-obyek vital di Ibu Kota untuk melihat dari dekat sistem pengamanannya. Di antaranya di Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara, Bandara Sukarno-Hatta, dan Gedung DPR/MPR Jakarta [baca: Ribuan Polisi Mengamankan ST MPR Setiap Hari]. Kendati demikian, aparat keamanan masih kecolongan dengan ledakan bom yang terjadi di Hotel JW Marriott di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, hari ini [baca: Ledakan Bom Hebat Mengguncang Plaza Mutiara].(PIN/Tim Liputan 6 SCTV)

    Live Streaming EMTEK GOES TO CAMPUS 2018 di Surabaya

    Tutup Video